Wednesday, April 11, 2012

Furusawa : Setiap Modifikasi dan Telemetri Yang Diindikasikan Rossi Itu Benar !


Furusawa angkat bicara mengenai keterpurukan Rossi di Ducati.

Salam hangat… dari mbah dan mbah ucapken selamat sore semuanya buat bro-bro dan sista-sista yang setia berada di blognya ML nah kali ini mbah akan coba sedikit membahas “musim kedua -nya Valentino Rossi di Ducati”… Yup kolaborasi antara pembalap Italia dan pabrikan Italia Borgo Panigale minggu ini telah memperlihatkan hasil nya di race pertama Qatar di tempat ke 10 dengan selisih 33 detik dibanding Jorge Lorenzo, peraih posisi pertama. Wuah… ini spertinya “dunia masih pada heboh atas ketidak berhasilan Rossi pada saat race qatar. yang hanya berhasil berada di tempat ke 10, Sementara rekan satu timnya Nicky Hayden berhasil finish lebih baik, di tempat keenam dengan selisih 28 detik dari Lorenzo. dan tentunya… banyak pertanyaan yg bergelayut alias bergelantungan di pikiran gp lover’s semua, ada apa ini ? ada apa sih ? kenapa Hayden bisa dan kenapa Rossi gak ? Arrrrhg !!!

Ok ! mbah mule dari sosok dari Masao Furusawa, yang tentunya gp lover’s sangat mengenalnya. Ia adalah…teknisi nya Yamaha yang hingga tahun kemarin dan sekarang adalah Manajer Umum dari pabrikan Garputala tersebut, yg lebih jelasnya adalah orang yang memiliki andil besar dalam transformasi M1 sehingga dalam kurun waktu 8 tahun Yamaha bisa “exsist” meraih 5 gelar Juara Dunia, 4 bersama Valentino Rossi dan 1 bersama Jorge Lorenzo. Furusawa sendiri mengatakan bahwa… tak perlulah mempertanyakan bakat dari juara dunia 9x tersebut alias janganlah menyangsikan kehebatannya.

Mengenai pertanyaan apakah Rossi bisa mengubah Desmo seperti yang dilakukannya pada M1… ? Terkait dengan pernyataan Rossi bahwa Desmosedici Gp12 tidak bisa dikendarainya, yang artinya Ducati tidak menuruti instruksi yang diberikan Rossi… Furusawa menjelaskannya dengan sangat gamblang sekali.


“Saya rasa Valentino telah melakukan pekerjaannya dengan begitu tepat untuk kami – Yamaha. Saya harap hal itu tidak terjadi (Rossi tak bisa mengendarai GP12). Tapi bila mekanik Ducati tidak mengikuti instruksi Rossi, maka mereka akan mengalami beberapa kesulitan lagi”… Camkan itu

Terlepas dengan apa yg terjadi terhadap Rossi saat ini…Furusawa tidak mengkritik bakat Rossi, malah Furusawa memuji keahlian Rossi dalam menggeber motor.


“Rossi tidak memiliki kelemahan. Ia adalah seorang pembalap yang baik sekaligus komunikator yang baik (yang memberikan input mengenai motor). Saya rasa Tuhan melakukan kesalahan : dalam arti kata “Tuhan memberikan segalanya kepada Valentino”.

Dan di akhir wawancaranya Furusawa merefleksikan rasa hormatnya… untuk orang yang pernah mengembalikan kembali harga dirinya tersebut (Rossi) meski sekarang ia adalah rival dari Yamaha.


“Valentino harus tahu bahwa jika petualangannya dengan Ducati tidak akan berhasil, dan jika ia ingin kembali lagi bersama kami. Pintu kami selalu terbuka untuknya”. wow…

Hmm.. Jadi, apakah rumor bahwa Rossi akan bergabung lagi dengan Yamaha bersama Coca Cola sebagai sponsor utama itu benar (baca di sini )?

Pernat : Rossi Bisa Pindah Ke Balap Mobil !

Kekhawatiran Carlo Pernat… Akan Rossi !!!

Ini adalah waktu yang sulit baik bagi Ducati dan Valentino Rossi. Pertanyaan yang ada di benak setiap orang sekarang : Apa yang akan terjadi?
Tak seorang pun saat ini yang bisa menjawab, namun Carlo Pernat khawatir Rossi akan meninggalkan dunia roda dua dan beralih ke roda empat. Menurut Pernat saat ini Vale tidak memiliki alternatif lain.

Musim yang sulit bagi Rossi.

‘Sulit untuk mengatakannya. Ducati dan Valentino sekarang yang bertanggung jawab satu sama lain. Tapi bila ditilik secara resmi, ini adalah masalah Rossi. Tapi kita sangat sedikit mengerti mengenai hal ini. Motor ini tidak disukai Rossi. Tapi ini adalah motor yang pernah menang dan motor yang layak. Lihat Hayden dan Barbera, tentu gap masih berkisar 20 detik, tapi finish di posisi ke-6 atau ke-7, tapi ini bukan posisi yang layak buat Valentino. Kita lihat setelah musim ini berakhir, atau bahkan sebelum musim usai, Valentino akan meninggalkan balap motor dan beralih ke balap mobil. Karena kemungkinan tak ada tempat baginya di Honda dan Yamaha. Masa yang sulit bagi Rossi, di mana ia tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang diinginkannya.

JUST INFO ABOUT DIFFICULT RESULT FOR VALENTINO ROSSI IN 2012

Yang pada ngikutin berita dari twitter mesti sudah pada tau kan??
ROSSI MARAH BESAR !!!


Paddock Ducati benar-benar dalam situasi tegang.


Saya sebenarnya sudah mencium gelagat ini dari FP1-QP bahkan WU, dimana Rossi tak ada serius-seriusnya dalam membalap. Walaupun Rossi menyembunyikan perasaannya saat itu. Tapi saya sebagai idola sangat mengerti seperti apa itu Rossi, Rossi tidak mungkin seperti tadi malam.


Burgess juga sama seperti Rossi, dia juga menyembunyikan semuanya. Saya heran saat QP, dimana yang lain meneriakan Yes karena Hayden mampu di posisi ke 6, Burgess malah pergi menghindar dari kru lainnya dan dengan wajah serius dan tak berbicara apapun.


Kira-kira seperti inilah yang saya tangkap dari Ducati.



[Just Info]

~Nyesek juga ini, :( Ducati maunya apa sih? Mau juara apa gak sebenarnya? @_@~
Rossi sudah mulai gamblang menyalahkan Ducati. Dia benar-benar marah tadi malam.

"Ducati tidak mengikuti arah yang telah saya sebutkan, aku bukanlah seorang insinyur dan saya tidak bisa memecahkan setiap masalah."

"Masalah dengan motor tetap tidak berubah, dan Ducati tetap tidak mendengarkan permintaan saya. Motor tidak bisa saya kendarai, dan hasilnya tidak membuat banyak perbedaan saat di lintasan."



~Ducati, Rossi aja tetap profesional walau marah ! @_@~

Rossi juga menjelaskan bahwa sebenarnya tadi malam dia sempat berpikir untuk tidak melanjutkan balapan, namun Rossi mengurungkannnya demi menghormati para krunya.
"Kami kehilangan banyak waktu ketika Barbera melewati saya, dengan langkah keras yang mendorong saya sehingga saya melebar, dia hanya punya satu tujuan, dia hanya ingin berada di depan saya. Posisi baginya sebenarnya tidak masalah. Bahkan berpikir untuk berduel dengan saya di sana, tapi aku terus berjalan hanya untuk menghormati anggota tim saya, dan untuk mengumpulkan data yang berguna."



Apakah kalian juga melihat apa yang saya lihat saat race selesai tadi malam?

Lihat Alex Briggs tertawa? Sepertinya dia tertawa senang karena tahu Rossi sedang marah dan para kru Ducati(selain orang-orang kepercayaan Ducati seperti Burgess, Alex Briggs, Uccio dan kru yang dibawa dari Yamaha) yang akan menerima kemarahan Rossi itu.

Alex Briggs mungkin mengatakan dalam hatinya : " Lihat, Kau(Ducati) membuat dia(Rossi) marah, salah sendiri tidak mau mendengarkan omongan kami yang sudah bertahun-tahun bekerja sama."

Orang kepercayaan Rossi di Ducati sekarang hanyalah kru yang dibawa dari Yamaha, selain itu entahlah. Karena terbukti tadi malam mereka tidak menuruti apa yang dikatakan Rossi.




Ada beberapa point yang marak diperbincangkan di twitter
1. Ada sedikit suasana tegang di paddock Ducati setelah race.
2. Rossi marah besar dan sangat kecewa dengan Ducati.
3. Ducati melakukan press realese 5 jam setelah race selesai.
4. Rossi dengan terang-terangan mengeluh ke media Italy (tidak pada wartawan MotoGP)
5. Rossi berbicara menggunakan bahasa Italy yang sangat cepat, Rossi bermaksud agar hanya orang Italy yang memahami maksudnya.
6. Banyak yang mencium aroma kurang harmonis antara Orang-orang Rossi dan Orang-orang Ducati.
7. Semua orang kepercayaan Rossi masih tutup mulut, bahkan Rossi tidak mengeluarkan unek-uneknya di twitter seperti biasanya.

Dan masih banyak yang lainnya. :)




[Just Info]

Yuk saya ajak kalian semua flash back dulu.... :)
Ada beberapa masalah yang muncul dan merusak segalanya jika kita telusuri dari pertama kali GP12 lahir. :)

1. Saat GP12 lahir, Pre season test Sepang 1, semuanya berjalan lancar tanpa kendala, Vale sangat suka dengan GP12 kemudian berlanjut hasil testnya sangat positif semua target tercapai dan Vale sangat optimis(pada waktu itu).

2. Lalu berlanjut test sSepang 2, sudah mulai keliatan kalo ada sedikit yang berbeda dengan GP12. Selain karena cuaca, Rossi sudah mengertak kepada orang Ducati bahwa Ducati sudah salah arah "someone have great idea, but turning it to be a crap!"
Ide tersebut adalah sebuah paket elektronik yang dicoba diterapkan GP12 dan sepertinya malah menjadi ancur settingannya bahkan semuanya.
3. Tes Sepang 3, Rossi mulai membelokkan Ducati ke arah yang benar, dan hasil tes kembali memuaskan.
4. Test di Jerez hampir mirip dengan tes Sepang 2, selain karena cuaca, ada yang tidak beres dengan paddock Ducati.
5. FP 1, 2, 3, QP, WU, Race seri Qatar, kondisinya makin parah dan sangat parah, seperti yang kita ketahui, Rossi sudah muak dan menyerang Ducati.

Nah, jelas kan jika dilihat dari fakta-fakta yang ada, menurut pendapat saya asalnya memang dari Sepang 2 dimana ada perangkat elektronik buatan McLaren yang katanya canggih tapi malah membuat semuanya berantakan.

Burgess dan Rossi merasa itu tidak perlu, karena belum saatnnya memasang perangkat elektronik seperti itu kedalam GP12 yang baru lahir, karena perangkat elektronik hanya akan menjadikan data-data yang didapat jauh dari VALID. Burgess sebenarnya ingin semuanya hanya berdasarkan dengan perasaan Rossi yang mengendarai GP12 bukan percaya kepada perangkat elektronik tersebut !
Dan semuanya berantakan, kondisi GP12 yang saat Sepang 1 sudah mempunyai 1 best setup berubah menjadi berantakan.



Ada beberapa orang yang menuding Rossi sebagai penyebabnya. Karena Ducati sudah capek karena Rossi telah menghabiskan dana yang banyak?

Perlu kalian ketahui, bahwa dana itu sebagian besar dari sponsor Rossi sendiri.Ducati sudah bersiap gulung tikar. Rossi bergabung dengan Ducati membawa banyak sponsor, dan Marlboro juga sudah siap memenuhi berapapun biaya yang diinginkan Rossi, jadi kekuatan finansial Ducati seharusnya lebih dari cukup.




Ada beberapa poin yang diambil dari David Emmet, jurnalis motomatters.com

@ motomatters: Jadi begini: Pertama, mengenai cerita Yamaha / Coca Cola. Ini mutlak omong kosong. Coca Cola mensponsori untuk event, bukan untuk pembalap, dan Yamaha tidak akan memberinya motor.


@ motomatters: Kedua, mengenai cerita Rossi akan meninggalkan Ducati: kontraknya ditulis oleh pengacara Phillip Morris. Mereka tidak pernah kehilangan kasus (kalah dalam sidang). Tidak ada celah buat Rossi (dalam kontrak).


@ motomatters: Tidak peduli betapa dia ingin pergi atau tidak, Valentino Rossi tidak akan mampu untuk pergi. Dan aku tidak percaya dia ingin.


@ motomatters: Menyerah bukanlah karakter Rossi. Dia tidak akan berhenti ketika temannya Marco Simoncelli meninggal, kenapa dia meninggalkan Ducati sekarang? sementara masih ada 17 race lagi.


@ motomatters: Dia bisa pergi pada akhir musim, tapi saya pikir dia akan mencoba mendesak agar Ducati membuat motor seperti yang dia inginkan, untuk bisa bersaing. 

Pedrosa Bicara Soal Barcelona

Dani Pedrosa (AFP/Jose Jordan) Losail - Sebagai penduduk Catalan, Spanyol, pebalap MotoGP Dani Pedrosa juga merupakan fans berat klub Barcelona. Dari sekian banyak pemain Barca, Andres Iniesta adalah favoritnya.

"Ya, (Andres) Iniesta favorit saya. Tapi sebenarnya di Barcelona ada banyak pemain bagus, ada Xavi, Messi, dan lain-lain," tutur Pedrosa menjawab pertanyaan detiksport dalam sesi wawancara khusus dengan pebalap tim Repsol Honda itu di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan kemarin, atas undangan PT. Astra Honda Motor.

Pria kelahiran Sabadell, Catalunia, 26 tahun silam itu mengaku suka sepakbola tapi tidak menganggap dirinya "maniak".

"Saya mengikuti sedikit sepakbola, tapi saya tidak memainkannya. Saya tidak selalu menonton Barca, kadang-kadang saja."

Pebalap tim Repsol Honda itu mengungkapkan keyakinannya bahwa Barca akan terus memberi tekanan pada Real Madrid dalam perebutan titel Liga Spanyol. Saat ini jarak kedua tim tersebut tinggal empat angka.

"Di La Liga, Madrid memang tengah beruntung, tapi Barcelona tidak pernah kalah," cetusnya.

Namun soal kiprah Barca di Liga Champion, Pedrosa mengaku sulit memperkirakannya.

"Saya tidak tahu di Liga Champions. Pertandingannya sulit, banyak tim bagus yang kuat," simpulnya.

Monday, April 9, 2012

ROSSI : "INI BUKANLAH DUCATI YANG SAYA INGINKAN"


Apa yang dirasakan dan di bayangkan sebelumnya…Akhirnya pun “Terjadi”

Satu tahun tlah berlalu… sejak Valentino Rossi menatap traffic light dari balik kaca depan Ducati. Debut bersama motor yang tidak begitu ia cintai, sedemikian rupa, sehingga ia menyatakan, “Saya telah mengerti sejak tes pertama, setelah beberapa lap. Saya tidak akan memenangkan balapan pertama”. Memang, musim lalu di Qatar ia finish ke 7, dengan jarak 16 “431 dari Stoner, rider Ducati sebelumnya. Sepanjang musim, hasil Rossi dan Ducati kian memburuk yang akhirnya meyakini kru Ducati untuk melakukan revolusi Desmosedici. Malam ini menggunakan chassis yang telah berganti kesekian kalinya, balapan kian buruk saja posisi ke-10 dengan selisih 33 ”665 di belakang sang juara, Jorge Lorenzo. Rossi merupakan pembalap Ducati yang finish terakhir, dan no.2 dari akhir rider finish menggunakan motor prototipe. wew…

Setelah itu… The Doctor terlihat begitu sedih dan malah yang lebih buruk lagi, dia begitu kehilangan rasa percaya dirinya. “Kami kehilangan harapan musim lalu. Ketika Barbera melewatiku dengan pergerakan keras sehingga mendorongku ke arah run off area, ia hanya punya satu tujuan: “untuk berada di depanku”.



Sebenernya posisi balapan…Itu bukanlah suatu masalah.

Yup sebenarnya posisi balapan, itu bukanlah masalah bagiku. tapi keadaan inilah yang begitu sulit rasanya. Bahkan saya punya pikiran untuk kembali ke pit dan menyelesaikan balapan, namun… saya terus lanjut, ini semua…HANYA UNTUK MENGHORMATI MEMBER TIM DUCATI dan untuk mengumpulkan data yang berguna. Terus terang…GP12 tidak sesuai dengan keinginan saya, seperti halnya GP11 dan GP11.1 dan setelah akhir race…untuk pertama kalinya [Rossi] mengambil jarak dengan Ducati dan mengatakan : “”Ducati tidak mengikuti petunjuk yang telah saya berikan, saya bukan teknisi dan saya tak bisa memecahkan setiap masalah”!



Tujuan “Saya” adalah Setidaknya Untuk “Podium” !

Tentang Barbera dan Hayden yang finish di depannya, ternyata tidak begitu menarik minat The Doctor. “Finish keenam, tidak banyak yang berubah. Ini bukan hasil yang menarik bagi saya dan saya bertujuan setidaknya untuk podium”. Sesuatu yang sepertinya masih di luar jangkauan untuk saat ini. “Saya tidak bisa mengendarai motor seperti yang saya suka. Saya lebih cepat dengan ban yang telah dipakai daripada ban baru. Bagian belakang terasa begitu mendorong dan hal sedikit meningkat ketika ban mulai terasa slide. Saya tak memiliki keperacayaan, dan bahkan saya tidak bisa maju seperti Hayden yang telah mengerahkan segala yang dia mampu dan finish 28 detik dari sang juara”.

Dan bersama ini, mbah merasa…sepertinya kesopanan, santun profesional antara pembalap Italia dan pabrikan Italia sepertinya telah berakhir. “Masalah dengan motor belum usai, begitu pun permintaan saya terhadap motor. Motor tidak bisa dikendarai, dan tak banyak perubahan di trek manapun kami berada. Saya tidak bisa masuk tikungan dan mengerem secara keras dan kami tidak bisa berharap bisa berubah sepenuhnya dengan ban-ban baru Bridgestone. Masalah ini tidak bisa anda pecahkan hanya dengan set up. Jadi si pembalap harus beradaptasi dengan motor, atau motor yang harus diadaptasikan sesuai dengan pembalap. Ducati saat ini sedang di persimpangan jalan. hufff !!!



 http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/09/rossi-ini-bukan-ducati-yang-saya-inginkan-hufff/

Sunday, April 8, 2012

Jelang MotoGP Qatar Rossi Akan Pelajari Settingan Motor Hayden


detikcom - Losail, Dua pebalap Ducati mendapatkan hasil yang berbeda cukup jauh di sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Demi mendapatkan settingan motor yang lebih baik, Valentino Rossi akan mempelajari data milik Nicky Hayden.

Di Losail, Sabtu (7/4/2012) malam waktu setempat, Hayden bisa jadi yang terbaik kelima di sesi kualifikasi. Sementara itu, Rossi terpuruk di urutan ke-12.


Catatan waktu Rossi adalah yang terburuk dibandingkan pebalap-pebalap pabrikan. Juara dunia tujuh kali itu lebih lambat 2,2 detik di belakang Jorge Lorenzo dan 1,2 detik dari Hayden.


"Tujuan saya adalah masuk baris kedua. Ternyata saya sangat jauh dari target karena problem yang kami alami sebelumnya memburuk," aku Rossi seperti dikutip Crash.


"Ini sangat aneh karena kami cuma membuat perubahan kecil dibandingkan kemarin, tapi rasanya sangat berbeda. Setelah kami kembali ke settingan kemarin, saya merasa sedikit lebih cepat, tapi itu belum cukup untuk memperbaiki hasilnya," kata The Doctor.


Diakui Rossi, untuk balapan nanti, dia akan belajar dari settingan yang dipakai Hayden dan berharap bisa mendapatkan hasil lebih baik daripada posisi start-nya.


"Saya tak yakin soal apa yang harus diharapkan dari balapan. Tapi, tentu saja, saya berharap bisa melakukannya dengan lebih baik," ujar Rossi.


"Nicky membuat pilihan settingan yang berbeda dan menjalani sesi yang bagus dengan kedua ban. Jadi, sekarang saya akan melihat datanya dan mencoba bekerja dengan lebih baik," jelasnya


Preziosi masih membela Valentino Rossi

“Kami sama sekali tak memiliki keraguan mengenai bakat dan kemampuan Valentino Rossi mengendarai motor, kami harus membawanya kembali ke posisi di mana ia patut berada”.

Suatu pembelaan yang penuh semangat dari Bapak Desmosedici, Filippo Preziosi. Tapi itu tampaknya sulit ditelan mentah-mentah karena teknisi punya alasan bagus untuk menyalahkan pembalap dan timnya karena hasil kualifikasi yang buruk. Namun Preziosi masih dan terus membela seluruh squad Ducati.

“Kami adalah tim. Kami membuat kesalahan bersama dan meraih sukses bersama. Tujuan kami adalah di barisan kedua dan kami meraihnya bersama Nicky Hayden. Sayangnya Rossi tidak bisa melakukan hal yang sama. Kami memilih arah yang salah, dan menyebabkan pembalap hilang rasa percaya diri. Dan rasanya sulit memulihkan rasa percaya diri itu di sesi 20 menit warm up”.

Bagaimana bila menggunakan setup Hayden untuk motor Rossi?


“Setiap pembalap memiliki gaya mereka tersendiri. Dengan part yang tersedia, Hayden bisa kualifikasi di posisi 5 dengan motor tersebut. Tapi beberapa part yang sama tidak dapat bekerja dengan baik pada Rossi. Anda tak bisa mana Ducati yang benar, 5 atau 12, karena keduanya benar”.