Apa yang dirasakan dan di bayangkan sebelumnya…Akhirnya pun “Terjadi”
Satu tahun tlah berlalu… sejak Valentino Rossi menatap traffic light dari balik kaca depan Ducati. Debut bersama motor yang tidak begitu ia cintai, sedemikian rupa, sehingga ia menyatakan, “Saya telah mengerti sejak tes pertama, setelah beberapa lap. Saya tidak akan memenangkan balapan pertama”. Memang, musim lalu di Qatar ia finish ke 7, dengan jarak 16 “431 dari Stoner, rider Ducati sebelumnya. Sepanjang musim, hasil Rossi dan Ducati kian memburuk yang akhirnya meyakini kru Ducati untuk melakukan revolusi Desmosedici. Malam ini menggunakan chassis yang telah berganti kesekian kalinya, balapan kian buruk saja posisi ke-10 dengan selisih 33 ”665 di belakang sang juara, Jorge Lorenzo. Rossi merupakan pembalap Ducati yang finish terakhir, dan no.2 dari akhir rider finish menggunakan motor prototipe. wew…
Setelah itu… The Doctor terlihat begitu sedih dan malah yang lebih buruk lagi, dia begitu kehilangan rasa percaya dirinya. “Kami kehilangan harapan musim lalu. Ketika Barbera melewatiku dengan pergerakan keras sehingga mendorongku ke arah run off area, ia hanya punya satu tujuan: “untuk berada di depanku”.
Sebenernya posisi balapan…Itu bukanlah suatu masalah.
Yup sebenarnya posisi balapan, itu bukanlah masalah bagiku. tapi keadaan inilah yang begitu sulit rasanya. Bahkan saya punya pikiran untuk kembali ke pit dan menyelesaikan balapan, namun… saya terus lanjut, ini semua…HANYA UNTUK MENGHORMATI MEMBER TIM DUCATI dan untuk mengumpulkan data yang berguna. Terus terang…GP12 tidak sesuai dengan keinginan saya, seperti halnya GP11 dan GP11.1 dan setelah akhir race…untuk pertama kalinya [Rossi] mengambil jarak dengan Ducati dan mengatakan : “”Ducati tidak mengikuti petunjuk yang telah saya berikan, saya bukan teknisi dan saya tak bisa memecahkan setiap masalah”!
Tujuan “Saya” adalah Setidaknya Untuk “Podium” !
Tentang Barbera dan Hayden yang finish di depannya, ternyata tidak begitu menarik minat The Doctor. “Finish keenam, tidak banyak yang berubah. Ini bukan hasil yang menarik bagi saya dan saya bertujuan setidaknya untuk podium”. Sesuatu yang sepertinya masih di luar jangkauan untuk saat ini. “Saya tidak bisa mengendarai motor seperti yang saya suka. Saya lebih cepat dengan ban yang telah dipakai daripada ban baru. Bagian belakang terasa begitu mendorong dan hal sedikit meningkat ketika ban mulai terasa slide. Saya tak memiliki keperacayaan, dan bahkan saya tidak bisa maju seperti Hayden yang telah mengerahkan segala yang dia mampu dan finish 28 detik dari sang juara”.
Dan bersama ini, mbah merasa…sepertinya kesopanan, santun profesional antara pembalap Italia dan pabrikan Italia sepertinya telah berakhir. “Masalah dengan motor belum usai, begitu pun permintaan saya terhadap motor. Motor tidak bisa dikendarai, dan tak banyak perubahan di trek manapun kami berada. Saya tidak bisa masuk tikungan dan mengerem secara keras dan kami tidak bisa berharap bisa berubah sepenuhnya dengan ban-ban baru Bridgestone. Masalah ini tidak bisa anda pecahkan hanya dengan set up. Jadi si pembalap harus beradaptasi dengan motor, atau motor yang harus diadaptasikan sesuai dengan pembalap. Ducati saat ini sedang di persimpangan jalan. hufff !!!
http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/09/rossi-ini-bukan-ducati-yang-saya-inginkan-hufff/

No comments:
Post a Comment