Thursday, December 8, 2011

Apa sih Yang Ditonton dari Motogp....?

GP MANIA sekalian yang berbahagia, regulasi motogp tahun 2013 memang masih menjadi kontroversi. Bagaimana tidak wacana menghapus kelas motogp dan diganti dengan motogp1200 sudah terlempar. Tentunya kalau bicara kontroversi pasti ada pro dan kontra didalamnya. Mulai dari pihak Dorna nya sendiri, tim, pembalap, sampai penikmat motogp itu sendiri.
Okelah kita tidak membahas teknis motogp itu sendiri, tapi bahas menurut sudut pandang penikmat saja karena regulasi mana yang akan dipakai itu masukdalam koridor penyelenggara. Bagi kita penikmat motogp sebenarnya apa sih yangkita tonton dari motogp itu sendiri. Motor prototipenya atau pembalapnya. Sebelumnya kita flashback sedikit tentang kontroversi motogp 2013.

Muncul wacana bahwasannya di tahun 2013mendatang semua motor pake spek mesin CRT. Banyak yang tidak setuju karena hakikat dari motogp sendiri akan hilang yakni balapan motor prototipe. Tapi dilemanya jika itu terus dilangsukan bukantidak mungkin jumlah peserta akan terus berkurang seiring mahalnya biaya.

Dan kitatau motogp sudah membawa korban seperti Kawasaki dan Suzuki yang mundur karena masalah biaya.
Dengan sedikitnya jumlah peserta dan dominasi sebuah tim, gelaran motogp menjadi tidak menarik dan tidak seru. Dimana itu bisa menjadikan rating dari motogp sendiri akan menurun. Akhirnya banyak yang beralih ke WSBK. Kasus terbaru adalah hengkangnya Aoyama ke WSBK. Karena di motogp Aoyama merasa tidak akan kompetitif membela tim satelite, akhirnya Aoyama bergabung di WSBK dengan harapan mempunyai peluanag yang lebih besar untuk berprestasi.

Lantas apakah ditahun 2013 ketika semua motor memakai spek CRT semua motogp akan menurun. Secara “prestise” memang iya, karena tidak memakai motor prototipe. Tapi secara “rating” CB rasa tidak. Karena salah satu faktor yang mempengaruhi motogp menjadi balapan paling digemari adalah faktor pembalap atau figur pembalap. Andai saja WSBK diisi oleh Stoner, Rossi, maupun Lorenzo image WSBK pun bisa naik.
Intinya jika bicara bergengsi tidaknya motogp dimata penikmat adalah “brand” motogp itu sendiri dan figur dari pembalapnya dimana para pembalap motogp sudah bisa dikatakan artis. Jadi selama motogp masih memakai “nama” motogp dan pembalap macam Rossi, Stoner maupun Lorenzo motogp tidak akan kehilangan gengsi dimata penikmat.
Karena bagi penikmat motogp hal yang paling dicari adalah saling overtake antar pembalap sampai lap lap terakhir. Dan itu bisa terwujud jikalau tidak ada salah satu pabrikan yang mendominasi dengan motor yang paling superior dibanding lawannya.
So, kalau tujuan awal digelarnya motogp agar menjadi balapan paling bergengsi dengan rating yang tinggi. Seharusnya lebih mementingkan “maunya” mayoritas para penikmat. Karena mayoritas penikmat ngertinya adalah itu balapan motogp bukan WSBK dan para pembalapnya adalah Rossi atau Stoner, danyang paling penting adalah saling overtake sampai lap terakhir. Mungkin hanya sebagian kecil yang tau bahwa itu motor prototipe yang tidak dijual bebas dipasaran. Last, jika ingin “rating” motogp tetap tinggi turuti saja permintaan mayoritas penikmat dan jangan lupa umbrella girlnya.

No comments:

Post a Comment