Wednesday, April 11, 2012

JUST INFO ABOUT DIFFICULT RESULT FOR VALENTINO ROSSI IN 2012

Yang pada ngikutin berita dari twitter mesti sudah pada tau kan??
ROSSI MARAH BESAR !!!


Paddock Ducati benar-benar dalam situasi tegang.


Saya sebenarnya sudah mencium gelagat ini dari FP1-QP bahkan WU, dimana Rossi tak ada serius-seriusnya dalam membalap. Walaupun Rossi menyembunyikan perasaannya saat itu. Tapi saya sebagai idola sangat mengerti seperti apa itu Rossi, Rossi tidak mungkin seperti tadi malam.


Burgess juga sama seperti Rossi, dia juga menyembunyikan semuanya. Saya heran saat QP, dimana yang lain meneriakan Yes karena Hayden mampu di posisi ke 6, Burgess malah pergi menghindar dari kru lainnya dan dengan wajah serius dan tak berbicara apapun.


Kira-kira seperti inilah yang saya tangkap dari Ducati.



[Just Info]

~Nyesek juga ini, :( Ducati maunya apa sih? Mau juara apa gak sebenarnya? @_@~
Rossi sudah mulai gamblang menyalahkan Ducati. Dia benar-benar marah tadi malam.

"Ducati tidak mengikuti arah yang telah saya sebutkan, aku bukanlah seorang insinyur dan saya tidak bisa memecahkan setiap masalah."

"Masalah dengan motor tetap tidak berubah, dan Ducati tetap tidak mendengarkan permintaan saya. Motor tidak bisa saya kendarai, dan hasilnya tidak membuat banyak perbedaan saat di lintasan."



~Ducati, Rossi aja tetap profesional walau marah ! @_@~

Rossi juga menjelaskan bahwa sebenarnya tadi malam dia sempat berpikir untuk tidak melanjutkan balapan, namun Rossi mengurungkannnya demi menghormati para krunya.
"Kami kehilangan banyak waktu ketika Barbera melewati saya, dengan langkah keras yang mendorong saya sehingga saya melebar, dia hanya punya satu tujuan, dia hanya ingin berada di depan saya. Posisi baginya sebenarnya tidak masalah. Bahkan berpikir untuk berduel dengan saya di sana, tapi aku terus berjalan hanya untuk menghormati anggota tim saya, dan untuk mengumpulkan data yang berguna."



Apakah kalian juga melihat apa yang saya lihat saat race selesai tadi malam?

Lihat Alex Briggs tertawa? Sepertinya dia tertawa senang karena tahu Rossi sedang marah dan para kru Ducati(selain orang-orang kepercayaan Ducati seperti Burgess, Alex Briggs, Uccio dan kru yang dibawa dari Yamaha) yang akan menerima kemarahan Rossi itu.

Alex Briggs mungkin mengatakan dalam hatinya : " Lihat, Kau(Ducati) membuat dia(Rossi) marah, salah sendiri tidak mau mendengarkan omongan kami yang sudah bertahun-tahun bekerja sama."

Orang kepercayaan Rossi di Ducati sekarang hanyalah kru yang dibawa dari Yamaha, selain itu entahlah. Karena terbukti tadi malam mereka tidak menuruti apa yang dikatakan Rossi.




Ada beberapa point yang marak diperbincangkan di twitter
1. Ada sedikit suasana tegang di paddock Ducati setelah race.
2. Rossi marah besar dan sangat kecewa dengan Ducati.
3. Ducati melakukan press realese 5 jam setelah race selesai.
4. Rossi dengan terang-terangan mengeluh ke media Italy (tidak pada wartawan MotoGP)
5. Rossi berbicara menggunakan bahasa Italy yang sangat cepat, Rossi bermaksud agar hanya orang Italy yang memahami maksudnya.
6. Banyak yang mencium aroma kurang harmonis antara Orang-orang Rossi dan Orang-orang Ducati.
7. Semua orang kepercayaan Rossi masih tutup mulut, bahkan Rossi tidak mengeluarkan unek-uneknya di twitter seperti biasanya.

Dan masih banyak yang lainnya. :)




[Just Info]

Yuk saya ajak kalian semua flash back dulu.... :)
Ada beberapa masalah yang muncul dan merusak segalanya jika kita telusuri dari pertama kali GP12 lahir. :)

1. Saat GP12 lahir, Pre season test Sepang 1, semuanya berjalan lancar tanpa kendala, Vale sangat suka dengan GP12 kemudian berlanjut hasil testnya sangat positif semua target tercapai dan Vale sangat optimis(pada waktu itu).

2. Lalu berlanjut test sSepang 2, sudah mulai keliatan kalo ada sedikit yang berbeda dengan GP12. Selain karena cuaca, Rossi sudah mengertak kepada orang Ducati bahwa Ducati sudah salah arah "someone have great idea, but turning it to be a crap!"
Ide tersebut adalah sebuah paket elektronik yang dicoba diterapkan GP12 dan sepertinya malah menjadi ancur settingannya bahkan semuanya.
3. Tes Sepang 3, Rossi mulai membelokkan Ducati ke arah yang benar, dan hasil tes kembali memuaskan.
4. Test di Jerez hampir mirip dengan tes Sepang 2, selain karena cuaca, ada yang tidak beres dengan paddock Ducati.
5. FP 1, 2, 3, QP, WU, Race seri Qatar, kondisinya makin parah dan sangat parah, seperti yang kita ketahui, Rossi sudah muak dan menyerang Ducati.

Nah, jelas kan jika dilihat dari fakta-fakta yang ada, menurut pendapat saya asalnya memang dari Sepang 2 dimana ada perangkat elektronik buatan McLaren yang katanya canggih tapi malah membuat semuanya berantakan.

Burgess dan Rossi merasa itu tidak perlu, karena belum saatnnya memasang perangkat elektronik seperti itu kedalam GP12 yang baru lahir, karena perangkat elektronik hanya akan menjadikan data-data yang didapat jauh dari VALID. Burgess sebenarnya ingin semuanya hanya berdasarkan dengan perasaan Rossi yang mengendarai GP12 bukan percaya kepada perangkat elektronik tersebut !
Dan semuanya berantakan, kondisi GP12 yang saat Sepang 1 sudah mempunyai 1 best setup berubah menjadi berantakan.



Ada beberapa orang yang menuding Rossi sebagai penyebabnya. Karena Ducati sudah capek karena Rossi telah menghabiskan dana yang banyak?

Perlu kalian ketahui, bahwa dana itu sebagian besar dari sponsor Rossi sendiri.Ducati sudah bersiap gulung tikar. Rossi bergabung dengan Ducati membawa banyak sponsor, dan Marlboro juga sudah siap memenuhi berapapun biaya yang diinginkan Rossi, jadi kekuatan finansial Ducati seharusnya lebih dari cukup.




Ada beberapa poin yang diambil dari David Emmet, jurnalis motomatters.com

@ motomatters: Jadi begini: Pertama, mengenai cerita Yamaha / Coca Cola. Ini mutlak omong kosong. Coca Cola mensponsori untuk event, bukan untuk pembalap, dan Yamaha tidak akan memberinya motor.


@ motomatters: Kedua, mengenai cerita Rossi akan meninggalkan Ducati: kontraknya ditulis oleh pengacara Phillip Morris. Mereka tidak pernah kehilangan kasus (kalah dalam sidang). Tidak ada celah buat Rossi (dalam kontrak).


@ motomatters: Tidak peduli betapa dia ingin pergi atau tidak, Valentino Rossi tidak akan mampu untuk pergi. Dan aku tidak percaya dia ingin.


@ motomatters: Menyerah bukanlah karakter Rossi. Dia tidak akan berhenti ketika temannya Marco Simoncelli meninggal, kenapa dia meninggalkan Ducati sekarang? sementara masih ada 17 race lagi.


@ motomatters: Dia bisa pergi pada akhir musim, tapi saya pikir dia akan mencoba mendesak agar Ducati membuat motor seperti yang dia inginkan, untuk bisa bersaing. 

No comments:

Post a Comment