Halo bro…jumpa lagi niiihh…masih ngelanjutin obrolan kita yang kemaren bro! Ada satu hal yang sangat menarik dari wawancara Rossi di MCN, yaitu bagaimana pandangan Rossi terhadap performa Stoner di Ducati dan Honda! Banyak yang ngomong kalau Stoner yang terbiasa menunggangi motor liar maka gak heran kalau langsung ngacir ketika nunggangin RCV yang jinak. Itu pandangan banyak orang…bagaimana dengan pandangan Rossi terhadap Stoner? Yuuuukkk….
“Casey’s performances facked us a little bit, and this is the truth. A lot of people thought the Ducati is fast because Stoner was in front, but maybe sometimes Stoner make Some stupid mistake and crashed a lot of times. So people always thought it was a problem of Stoner. But it is not true, because the problem is the bike is very difficult to ride and Stoner is very fast, but sometimes to stay with the Honda and the Yamaha you have to push too much and you make a mistake. So it is exactly the opposite of what people thought. And also Stoner, I think, has to say thanks to Ducati because over five years he developed a very strange riding style to ride that bike that is very good also with the other bikes. So when he jumped on the Honda for the first time having already tried the Ducati, I think after five laps he said, ‘Fack, what a choice’.”
Terjemah bebasnya kaya gini bro…”Performa Stoner memang sedikit menggangguku, dan itulah kenyataannya. Banyak orang yang berpikir bahwa Ducati kencang karena Stoner bisa membawanya ke jajaran depan, dan kadang Stoner mungkin melakukan kesalahan bodoh yang membuatnya jatuh berkali-kali. Jadi orang menghakimi kalau masalahnya berada di Stoner. Tapi itu gak benar, karena masalahnya adalah motor ini (Ducati) sangat sulit untuk dikendarai dan Stoner sangat kencang…kadang untuk dapat nempel Honda dan Yamaha (di balapan) kamu harus menekan motor lebih dari seharusnya dan akhirnya kamu akan melakukan kesalahan! Jadi yang terjadi sebenarnya adalah kebalikan dari apa yang dipikirkan banyak orang. Sedangkan Stoner, menurutku dia harus berterima kasih pada Ducati karena selama lebih dari lima tahun dia (Stoner) bisa mengembangkan gaya balap yang unik/ aneh sehingga ia bisa mengendarai motor yang bisa dikendalikan rider lain dengan baik juga. So, ketika dia menggunakan RCV untuk pertama kalinya setelah menggunakan Ducati, menurutku dalam lima lap dia ngomong, “Fack, what a choice.”
Hehehehe…ternyata Rossi juga berpikir kalau Stoner yang terbiasa menggunakan motor yang sulit dikendalikan langsung nyaman ketika menggunakan RCV. Menurut Rossi, pandangan kalau Stoner sering jatuh dengan Ducati karena Stoner kurang konsentrasi atau apa lah itu gak bener. Justru yang terjadi adalah Stoner menekan habis Ducati agar bisa nempel Honda dan Yamaha…saat itulah Desmosedici gak bisa dikendalikan lagi…“When you push more, you crash!”, itu omongan Rossi tentang Desmosedici. So, Stoner yang berkembang dengan gaya balap yang ‘aneh’ untuk dapat mengendalikan Desmosedici sangat beruntung ketika ia pindah ke jok RCV yang ramah dengan semua rider….
http://ngobrolmotor.wordpress.com/2011/12/20/valentino-rossi-exclusive-interview-seri-4-pandangan-rossi-pada-stoner-di-ducati-dan-honda/


