Friday, April 13, 2012

Kevin Scwantz : Kematian Simoncelli Mempengaruhi Rossi !



Saat ini, ada 4 nama besar yang percaya… bahwa Rossi bisa kembali ke performanya yang dulu.

seperti yang sudah kita lihat di artikel yang sebelumnya, yang mana ada 4 nama besar yang memberikan dukungan, agar Rossi… bisa kembali dengan performa nya yg dulu. mereka adalah… Dr. Costa – Masao Furusawa – Loris Capirossi dan Kevin Scwantz. yang mana menurut Kevin, saat ini Valentino sedang mengalami masa paceklik di Ducati. Hal demikian, itu wajar saja… semua orang bakal mendapatkan gilirannya nah dengan finish di posisi ke-10 pada saat race pembuka musim 2012. Ini bukan hanya dari segi teknis namun juga psikologis. Bahasa tubuh The Doctor menunjukkan ia ibarat petinju yang kehabisan waktu untuk kembali pulih setelah pertarungan yang melelahkan. Banyak orang bertanya, apakah ia bisa kembali ke ring, atau pensiun sebelum waktunya. Kali ini giliran Kevin Schwantz yang akan “berkomat kamit” untuk memberikan opininya mengenai sang The Doctor.


‘Valentino mengatakan ia tidak dapat mengendarai Ducati. Ini adalah sebuah pernyataan yang serius. Tapi saya tidak dapat membayangkan Valentino akan mengibarkan bendera putih alias menyerah. Saya yakin ada faktor lain lagi yang tengah mempengaruhi pikiran dan perasaan Valentino selain daripada motor, khususnya kecelakaan yang menimpa dan merenggut nyawa Marco Simoncelli musim kemarin, dan fakta lain bahwa sudah setahun hingga sekarang ia terus berjuang untuk meraih kemenangan”.


Scwantz : Berikan dukungan, Agar Rossi kembali kompetitif !

Sebagai seorang pembalap, normal saja bila anda start dari baris ketiga atau keempat, hal itu akan melecut semangat anda, untuk start dengan baik dan terus tinggal bersama grup terdepan hingga usai race. Namun, setelah mengalami kekecewaan pada musim sebelumnya dan kemudian memulai musim berikutnya dengan kondisi yang kurang lebih sama, membuat anda sulit rasanya tersenyum dan mengangkat kepala. Ada begitu banyak yang harus dilakukan oleh Valentino, apalagi karena rekan setimnya lebih kompetitif. Hayden membalap dengan terhormat yang menunjukkan Ducati lebih kompetitif dibanding tahun kemarin.


”Saya yakin semangat seorang pembalap masih ada di diri Rossi. Semoga Burgess dan Ducati bisa menemukan settingan yang bisa mengembalikan rasa percaya diri Valentino, dan ia dapat kembali ke level yang lebih tinggi. Ducati harus memberikan pembalap, motor yang diperlukan… bukan hanya berdasarkan data komputer saja”.

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/12/kevin-scwantz-kematian-simoncelli-mempengaruhi-rossi/

Capirossi : Siapa Yang Mengkritik Rossi Haruslah… Berpikir Dua Kali. Camkan itu !!!


Setelah Dr. Costa dan Furusawa belain Rossi – kini…giliran mbah Capirex “angkat bicara” !

nah loh… gp lover’s masih ingetkan ? baru saja kemaren rasanya mbah mbahas mengenai Dr. Costa dan Furusawa yang intinya mereka berdua masih percaya dengan sosok juara dunia 9x Rossi, sekarang mbah Capirex pun datang memberikan penjelasan dan pendapatnya ketika di Sepang sebelumnya, Capirossi telah mengatakan bahwa Valentino masih belum bisa tampil menyerang bersama GP12 yang nampaknya masih jauh dibawah harapan.

Capirossi, yang secara politis, tidak mau menyalahkan seseorang… masih percaya bahwa Borgo Panigale akan masih bisa berjalan dengan baik, apabila mereka mendengarkan “masukan” sang pembalap Italia tersebut. Kemudian tanpa menyebutkan nama tertentu, ia mengatakan… mereka yang mengkritik, seharusnya… sebelum bicara, ada baiknya… memikirkan kemenangan yang pernah diraih oleh Rossi


“Bakat Valentino itu tak bisa dibantah. Ia adalah juara dunia, itu pasti… Dan setiap orang haruslah berpikir masak-masak sebelum memberikan penilaian. Dia telah berhasil menjadi juara dunia sebanyak 9x. Jadi saat ini, bagi yang mengkritik pikirkanlah dulu prestasi yang pernah diraih Rossi baru berkomentar. Ia harus bisa menang sebanyak Rossi kemudian barulah berbicara. Lebih baik lagi bila setiap orang diam. Menurut saya… ia [Rossi] tiba-tiba drop karena sepertinya tak layak dan tak bermanfaat bagi rider sekelas Rossi untuk bertarung di posisi bawah. Saya tak mau menyalahkan siapapun, ini sudah jelas. Baik Ducati atau Valentino karena mereka telah berusaha 120%, dan itulah yang paling penting di ingat”.

Ketika ditanya mengapa Hayden lebih cepat ketibang Rossi, Capirossi menjawab :

“Itu hanya sebatas angka dan tidak diperhitungkan sama sekali. Valentino tepat berada di belakangnya ketika ia terseret keluar jalur. Dan ia membutuhkan banyak waktu untuk kembali ke trek. Dan tak ada waktu lagi untuk mengejar ketinggalan ditambah lagi motor yang kurang kompetitif. Setelah musim ini saya yakin Valentino akan berada di depan pembalap Ducati lainnya. Satu race tidak membuat banyak perbedaan. Situasi seperti ini pernah saya alami, saya tahu rasanya. Sayangnya kita hidup di dunia yang sulit. Ketika anda tidak memetik hasil orang mulai berbicara dan membuat penilaian. Saya percaya masalah Valentino ini adalah orang yang iri. Ia telah memberikan banyak sumbangan kepada dunia balap dan bila ada orang yang menyerangnya, mereka akan bahagia. Saya selalu berada di sisi Valentino dan akan selalu membelanya. Ia adalah sang juara dan ia telah banyak menang. Sekarang ia berada di masa yang sulit. Mungkin, karena motor yang tidak kompetitif. Jadi guys, tolong sedikit mengerti”.

“Valentino sendiri pasti telah memberikan yang terbaik, ia sudah berusaha sampai batas maksimum. Ia telah memberikan banyak informasi penting kepada tim, yang semestinya harus diikuti oleh Ducati. Seperti yang telah saya katakan bahwa Valentino Rossi itu bukan teknisi, tapi ia memiliki banyak pengalaman dan Ducati seharusnya mengikuti apa yang ia katakan, seorang pembalap pun masih perlu banyak belajar dari tim”.
Wuah, saran dan pendapatnya mbah Capirex hampir sama persis dengan pendapatnya mbah, yang mana memang ada baiknya sih, sebelum kita mengkritik orang atau menghina dan malah sebaliknya… ingin merendahkan orang lain, mestinya melihat diri dulu di cermin deket lemari kaca yang ada di dalem kamar, dan bertanya di cermin tersebut. Siapakah aku ? Aku ini siapa ya ? Apakah aku bisa lebih baik dari nya ?

setelah Anda bertanya dan berkata di cermin, mbah rasa… situ tidak jadi masuk ke RSJ, bisa jadi…

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/12/capirossi-siapa-yang-mengkritik-rossi-haruslah-berpikir-dua-kali-camkan-itu/

ROSSI MENYURUH DUCATI UNTUK MEMBANTU PEMBALAPNYA


Valentino Rossi ingin Ducati menyelesaikan masalah yang ada di 2012 ini.

Valentino Rossi mengatakan bahwa itu terserah Ducati untuk membereskan masalah yang ada di tahun 2012 dengan para pesaingnya dan bahwa rasa percaya diri mengenai kemampuannya sendiri belum berkurang karena perjuangannya menakhlukan Desmosedici. Ducati membuat banyak perubahan dalam GP12 guna membangkitkan Rossi kembali dari musim terburuk sepanjang karirnya (15 tahun dalam karir Rossi untuk pertama kalinya ia tidak pernah sekalipun menang) tahun lalu. Tetapi pada race pembuka di Qatar ia hanya mampu finish di posisi ke-10. Rekan setimnya Nicky Hayden berada di urutan keenam, sedangkan rider Pramac Ducati, Hector Barbera yang sempat menepikan Rossi ke pinggir trek finish di posisi ke-9.

Cerita tentang keterpurukan Rossi dan Ducati telah menyebar luas di Italia. Rossi mengatakan ia masih percaya diri, ia masih bisa tampil - dan masalahnya bukan pada penanganan terhadap Ducati. Dan dibawah ini Rossi menjelaskan semua masalah yang ada di Ducati saat ini.


“Usia bisa menghukum Anda, itu benar. Tapi satu tahun yang sulit tidak membuat anda lupa bagaimana tetap bertahan dengan paket papan atas. Menurut pendapat saya, saya masih tahu bagaimana melakukannya,” kata Rossi. “Masalah kami sangat jelas, apa yang tidak bekerja dengan baik di bagian belakang, akselerasi, menurut saya awalnya berasal dari bagian depan, dan menyebabkan timbulnya understeer’. “Ketika masuk tikungan, karena ada sesuatu yang tidak anda ketahui, bagian depan tidak memungkinkan Anda untuk mengencangkan belokan. Understeering ini adalah masalah terbesar”.

Yang di butuhkan Ducati saat ini adalah mesin yang mudah di tangani.

Yang luar biasa adalah bahwa karakteristik ini mirip dengan semua Ducati yang pernah saya naiki sejak 2010: apakah itu versi tanpa chasis, atau versi chasiss dengan bagian depan serat karbon, Ducati dengan bagian depan aluminium, atau yang dengan chassis penuh, tidak pernah berubah, itu luar biasa!”


“Mesin adalah masalah lain yang sangat penting. Kami membutuhkan mesin yang lebih mudah ditangani. Mesin kami begitu agresif, lebih agresif dari Honda dan jauh lebih agresif daripada Yamaha”. “Dengan mencari performa terbaik, anda mungkin mengabaikan sedikit tentang kemampuan mengendari motor. Itu adalah kesalahan. Apa perlunya power yang ada bila anda tidak dapat memanfaatkannya?”


Rossi menjelaskan perbandingannya dengan Stoner yang bisa beradaptasi di Ducati.

Ditanya mengenai perbandingan dengan Stoner, yang berhasil mengumpulkan 23 kemenangan dan satu juara dunia bersama Ducati,Rossi mengatakan, Stoner telah beradaptasi karena dia berkembang dengan tim Ducati.


“Dia [Stoner] memiliki gaya mengendarai sangat khas dan dia juga muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati,” jelas Rossi. “Dia berkembang dengan Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati karena jika ia telah mempelajari cara mengendari motor seperti sekarang ini itu karena ia tumbuh bersama motor ini (Ducati) yang bila tidak anda kendarai dengan cara sedemikian rupa, maka Anda akan galau”
Rossi mengatakan… ia berharap, setidaknya untuk tetap bersama Ducati selama dua tahun lagi, namun performanya sekarang membuat ambisinya tersebut berubah menjadi pertanyaan ???


“Saya datang ke sini pada akhir 2010 dengan rencana balap selama dua tahun dan mencoba untuk menang bersama Ducati. Tapi sulit.. Selain itu, saya juga ingin tinggal dua tahun lagi,” tambahnya. “Jika kami bekerja dengan baik, kami bisa finish di posisi kelima atau keenam. Saya tak antusias dengan hal itu. Jika Anda harus berjuang untuk tempat kelima, perlahan-lahan antusiasme anda tersebut akan hilang”. “Dengan membalap seperti ini, anda akan kehilangan kenikmatan mengendarai motor, di samping ego, ketika anda tahu bahwa anda berada di trek dan anda secara teratur dikalahkan pembalap lain, itu sulit rasanya. Dan jika anda tidak menikmati diri anda sendiri, segala sesuatu tampaknya terlihat begitu sulit”.

“Kita harus mencoba, semua bersama-sama, untuk melakukan yang terbaik agar kita bisa pada akhir musim nanti dengan motor yang jauh lebih kompetitif. Itu akan menjadi suatu hal yang terbaik karena akan mengatasi banyak masalah” 

 http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/11/valentino-rossi-menyeru-ducati-membantu-pembalap-mereka/

Wednesday, April 11, 2012

Jumlah Penonton TV Menurun Di Spanyol dan Italia



Menurunnya Jumlah Penonton di race pertama – karna hari Paskah dan Rossi.

Gp lover’s…. setelah rating tipi di Itali mnurun dratis, kini giliran Spanyol mengikuti Okelah… Kita bisa saja berkelit bahwa menurunnya jumlah penonton MotoGP yang disiarkan pada pukul 09.00 CET adalah karena hari Paskah. Yup hari Minggu kemarin Valentino Rossi harus start dari posisi ke-12, apakah itu penyebabnya… di mana para fans mengira tak banyak yang bisa diharapkan sehingga mereka lebih mematikan televisi? Tapi sungguh tak seorang pun bisa menduga rating TV di race perdana tersebut turun drastis begitu saja. Ada apa ini ? koq gak “cmunguuttt” ya ??

nah di tahun ini Mediaset tlah menyiarkan semua schedule MotoGP, tiga kali latihan bebas di 3 kelas, sesi kualifikasi, warm up, dan race itu sendiri. Race sendiri disiarkan secara bersamaan di 2 channel yang sama (kontrak Mediaset dan Dorna berakhir tahun ini, kabarnya SKY menginginkan kontrak tersebut)

Minggu malam ini hanya ada 4.830.000 penonton atau sekitar 19.46% yang menyaksikan kemenangan Jorge Lorenzo. Bandingkan dengan tahun kemarin, ketika Casey Stoner memenangkan balapan, yang ditonton 6.083.000 pemirsa atau sama dengan 22,15% . Jadi jumlah penonton yang berkurang berkisar 1,2 juta pasang mata. maca cih ?


Perbandingan saat Rossi ketika patah kaki…

Penurunan rating seperti ini pernah terjadi pada tahun 2010 ketika Rossi mengalami patah kaki. Ini membuktikan meski kecaman pedas yang diberikan kepada The Doctor dan khususnya setelah wawancara dengan Televisi Italia usai race Qatar, publik Italia masih mengharapkan Rossi bangkit dan kembali ke barisan depan untuk bertarung bersama alien lainnya.

Di Spanyol pun rating penonton mengalami penurunan meski tidak terlalu buruk, walaupun semua kelas dimenangkan oleh pembalap asal negeri Matador tersebut. Tahun ini MotoGP disiarkan oleh Spain’s Telecinco (Mediaset). pada saat race perdana Moto3 ditonton oleh pemirsa sebanyak 13.3% meningkat dari tahun kemarin yang hanya 12.6%. Sedangkan di race Moto2 dimana Marc Marquez bertarung melawan Andrea Iannone di garis finish berhasil mencuri perhatian pemirsa sebanyak 17.5%, dibandingkan tahun kemarin hanya 14.4%.

Sementara di kelas menengah ke bawah jumlah penonton MotoGP mengalami peningkatan, tidak demikian halnya dengan kelas utama MotoGP. Hanya 3,120,000 pasang mata yang menyaksikan Jorge Lorenzo melangkah ke podium tertinggi atau hanya sekitar 20,2% bandingkan dengan tahun kemarin yang menyentuh angka 23,9%, atau berkurang sebanyak 750.000 pemirsa, tapi semua orang beralasan bahwa hari Minggu itu hari Paskah. Terlepas ada hubungannya atau tidak …antara Rossi dan hari Paskah… kita lihat race berikutnya aja ya

Furusawa : Setiap Modifikasi dan Telemetri Yang Diindikasikan Rossi Itu Benar !


Furusawa angkat bicara mengenai keterpurukan Rossi di Ducati.

Salam hangat… dari mbah dan mbah ucapken selamat sore semuanya buat bro-bro dan sista-sista yang setia berada di blognya ML nah kali ini mbah akan coba sedikit membahas “musim kedua -nya Valentino Rossi di Ducati”… Yup kolaborasi antara pembalap Italia dan pabrikan Italia Borgo Panigale minggu ini telah memperlihatkan hasil nya di race pertama Qatar di tempat ke 10 dengan selisih 33 detik dibanding Jorge Lorenzo, peraih posisi pertama. Wuah… ini spertinya “dunia masih pada heboh atas ketidak berhasilan Rossi pada saat race qatar. yang hanya berhasil berada di tempat ke 10, Sementara rekan satu timnya Nicky Hayden berhasil finish lebih baik, di tempat keenam dengan selisih 28 detik dari Lorenzo. dan tentunya… banyak pertanyaan yg bergelayut alias bergelantungan di pikiran gp lover’s semua, ada apa ini ? ada apa sih ? kenapa Hayden bisa dan kenapa Rossi gak ? Arrrrhg !!!

Ok ! mbah mule dari sosok dari Masao Furusawa, yang tentunya gp lover’s sangat mengenalnya. Ia adalah…teknisi nya Yamaha yang hingga tahun kemarin dan sekarang adalah Manajer Umum dari pabrikan Garputala tersebut, yg lebih jelasnya adalah orang yang memiliki andil besar dalam transformasi M1 sehingga dalam kurun waktu 8 tahun Yamaha bisa “exsist” meraih 5 gelar Juara Dunia, 4 bersama Valentino Rossi dan 1 bersama Jorge Lorenzo. Furusawa sendiri mengatakan bahwa… tak perlulah mempertanyakan bakat dari juara dunia 9x tersebut alias janganlah menyangsikan kehebatannya.

Mengenai pertanyaan apakah Rossi bisa mengubah Desmo seperti yang dilakukannya pada M1… ? Terkait dengan pernyataan Rossi bahwa Desmosedici Gp12 tidak bisa dikendarainya, yang artinya Ducati tidak menuruti instruksi yang diberikan Rossi… Furusawa menjelaskannya dengan sangat gamblang sekali.


“Saya rasa Valentino telah melakukan pekerjaannya dengan begitu tepat untuk kami – Yamaha. Saya harap hal itu tidak terjadi (Rossi tak bisa mengendarai GP12). Tapi bila mekanik Ducati tidak mengikuti instruksi Rossi, maka mereka akan mengalami beberapa kesulitan lagi”… Camkan itu

Terlepas dengan apa yg terjadi terhadap Rossi saat ini…Furusawa tidak mengkritik bakat Rossi, malah Furusawa memuji keahlian Rossi dalam menggeber motor.


“Rossi tidak memiliki kelemahan. Ia adalah seorang pembalap yang baik sekaligus komunikator yang baik (yang memberikan input mengenai motor). Saya rasa Tuhan melakukan kesalahan : dalam arti kata “Tuhan memberikan segalanya kepada Valentino”.

Dan di akhir wawancaranya Furusawa merefleksikan rasa hormatnya… untuk orang yang pernah mengembalikan kembali harga dirinya tersebut (Rossi) meski sekarang ia adalah rival dari Yamaha.


“Valentino harus tahu bahwa jika petualangannya dengan Ducati tidak akan berhasil, dan jika ia ingin kembali lagi bersama kami. Pintu kami selalu terbuka untuknya”. wow…

Hmm.. Jadi, apakah rumor bahwa Rossi akan bergabung lagi dengan Yamaha bersama Coca Cola sebagai sponsor utama itu benar (baca di sini )?

Pernat : Rossi Bisa Pindah Ke Balap Mobil !

Kekhawatiran Carlo Pernat… Akan Rossi !!!

Ini adalah waktu yang sulit baik bagi Ducati dan Valentino Rossi. Pertanyaan yang ada di benak setiap orang sekarang : Apa yang akan terjadi?
Tak seorang pun saat ini yang bisa menjawab, namun Carlo Pernat khawatir Rossi akan meninggalkan dunia roda dua dan beralih ke roda empat. Menurut Pernat saat ini Vale tidak memiliki alternatif lain.

Musim yang sulit bagi Rossi.

‘Sulit untuk mengatakannya. Ducati dan Valentino sekarang yang bertanggung jawab satu sama lain. Tapi bila ditilik secara resmi, ini adalah masalah Rossi. Tapi kita sangat sedikit mengerti mengenai hal ini. Motor ini tidak disukai Rossi. Tapi ini adalah motor yang pernah menang dan motor yang layak. Lihat Hayden dan Barbera, tentu gap masih berkisar 20 detik, tapi finish di posisi ke-6 atau ke-7, tapi ini bukan posisi yang layak buat Valentino. Kita lihat setelah musim ini berakhir, atau bahkan sebelum musim usai, Valentino akan meninggalkan balap motor dan beralih ke balap mobil. Karena kemungkinan tak ada tempat baginya di Honda dan Yamaha. Masa yang sulit bagi Rossi, di mana ia tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang diinginkannya.

JUST INFO ABOUT DIFFICULT RESULT FOR VALENTINO ROSSI IN 2012

Yang pada ngikutin berita dari twitter mesti sudah pada tau kan??
ROSSI MARAH BESAR !!!


Paddock Ducati benar-benar dalam situasi tegang.


Saya sebenarnya sudah mencium gelagat ini dari FP1-QP bahkan WU, dimana Rossi tak ada serius-seriusnya dalam membalap. Walaupun Rossi menyembunyikan perasaannya saat itu. Tapi saya sebagai idola sangat mengerti seperti apa itu Rossi, Rossi tidak mungkin seperti tadi malam.


Burgess juga sama seperti Rossi, dia juga menyembunyikan semuanya. Saya heran saat QP, dimana yang lain meneriakan Yes karena Hayden mampu di posisi ke 6, Burgess malah pergi menghindar dari kru lainnya dan dengan wajah serius dan tak berbicara apapun.


Kira-kira seperti inilah yang saya tangkap dari Ducati.



[Just Info]

~Nyesek juga ini, :( Ducati maunya apa sih? Mau juara apa gak sebenarnya? @_@~
Rossi sudah mulai gamblang menyalahkan Ducati. Dia benar-benar marah tadi malam.

"Ducati tidak mengikuti arah yang telah saya sebutkan, aku bukanlah seorang insinyur dan saya tidak bisa memecahkan setiap masalah."

"Masalah dengan motor tetap tidak berubah, dan Ducati tetap tidak mendengarkan permintaan saya. Motor tidak bisa saya kendarai, dan hasilnya tidak membuat banyak perbedaan saat di lintasan."



~Ducati, Rossi aja tetap profesional walau marah ! @_@~

Rossi juga menjelaskan bahwa sebenarnya tadi malam dia sempat berpikir untuk tidak melanjutkan balapan, namun Rossi mengurungkannnya demi menghormati para krunya.
"Kami kehilangan banyak waktu ketika Barbera melewati saya, dengan langkah keras yang mendorong saya sehingga saya melebar, dia hanya punya satu tujuan, dia hanya ingin berada di depan saya. Posisi baginya sebenarnya tidak masalah. Bahkan berpikir untuk berduel dengan saya di sana, tapi aku terus berjalan hanya untuk menghormati anggota tim saya, dan untuk mengumpulkan data yang berguna."



Apakah kalian juga melihat apa yang saya lihat saat race selesai tadi malam?

Lihat Alex Briggs tertawa? Sepertinya dia tertawa senang karena tahu Rossi sedang marah dan para kru Ducati(selain orang-orang kepercayaan Ducati seperti Burgess, Alex Briggs, Uccio dan kru yang dibawa dari Yamaha) yang akan menerima kemarahan Rossi itu.

Alex Briggs mungkin mengatakan dalam hatinya : " Lihat, Kau(Ducati) membuat dia(Rossi) marah, salah sendiri tidak mau mendengarkan omongan kami yang sudah bertahun-tahun bekerja sama."

Orang kepercayaan Rossi di Ducati sekarang hanyalah kru yang dibawa dari Yamaha, selain itu entahlah. Karena terbukti tadi malam mereka tidak menuruti apa yang dikatakan Rossi.




Ada beberapa point yang marak diperbincangkan di twitter
1. Ada sedikit suasana tegang di paddock Ducati setelah race.
2. Rossi marah besar dan sangat kecewa dengan Ducati.
3. Ducati melakukan press realese 5 jam setelah race selesai.
4. Rossi dengan terang-terangan mengeluh ke media Italy (tidak pada wartawan MotoGP)
5. Rossi berbicara menggunakan bahasa Italy yang sangat cepat, Rossi bermaksud agar hanya orang Italy yang memahami maksudnya.
6. Banyak yang mencium aroma kurang harmonis antara Orang-orang Rossi dan Orang-orang Ducati.
7. Semua orang kepercayaan Rossi masih tutup mulut, bahkan Rossi tidak mengeluarkan unek-uneknya di twitter seperti biasanya.

Dan masih banyak yang lainnya. :)




[Just Info]

Yuk saya ajak kalian semua flash back dulu.... :)
Ada beberapa masalah yang muncul dan merusak segalanya jika kita telusuri dari pertama kali GP12 lahir. :)

1. Saat GP12 lahir, Pre season test Sepang 1, semuanya berjalan lancar tanpa kendala, Vale sangat suka dengan GP12 kemudian berlanjut hasil testnya sangat positif semua target tercapai dan Vale sangat optimis(pada waktu itu).

2. Lalu berlanjut test sSepang 2, sudah mulai keliatan kalo ada sedikit yang berbeda dengan GP12. Selain karena cuaca, Rossi sudah mengertak kepada orang Ducati bahwa Ducati sudah salah arah "someone have great idea, but turning it to be a crap!"
Ide tersebut adalah sebuah paket elektronik yang dicoba diterapkan GP12 dan sepertinya malah menjadi ancur settingannya bahkan semuanya.
3. Tes Sepang 3, Rossi mulai membelokkan Ducati ke arah yang benar, dan hasil tes kembali memuaskan.
4. Test di Jerez hampir mirip dengan tes Sepang 2, selain karena cuaca, ada yang tidak beres dengan paddock Ducati.
5. FP 1, 2, 3, QP, WU, Race seri Qatar, kondisinya makin parah dan sangat parah, seperti yang kita ketahui, Rossi sudah muak dan menyerang Ducati.

Nah, jelas kan jika dilihat dari fakta-fakta yang ada, menurut pendapat saya asalnya memang dari Sepang 2 dimana ada perangkat elektronik buatan McLaren yang katanya canggih tapi malah membuat semuanya berantakan.

Burgess dan Rossi merasa itu tidak perlu, karena belum saatnnya memasang perangkat elektronik seperti itu kedalam GP12 yang baru lahir, karena perangkat elektronik hanya akan menjadikan data-data yang didapat jauh dari VALID. Burgess sebenarnya ingin semuanya hanya berdasarkan dengan perasaan Rossi yang mengendarai GP12 bukan percaya kepada perangkat elektronik tersebut !
Dan semuanya berantakan, kondisi GP12 yang saat Sepang 1 sudah mempunyai 1 best setup berubah menjadi berantakan.



Ada beberapa orang yang menuding Rossi sebagai penyebabnya. Karena Ducati sudah capek karena Rossi telah menghabiskan dana yang banyak?

Perlu kalian ketahui, bahwa dana itu sebagian besar dari sponsor Rossi sendiri.Ducati sudah bersiap gulung tikar. Rossi bergabung dengan Ducati membawa banyak sponsor, dan Marlboro juga sudah siap memenuhi berapapun biaya yang diinginkan Rossi, jadi kekuatan finansial Ducati seharusnya lebih dari cukup.




Ada beberapa poin yang diambil dari David Emmet, jurnalis motomatters.com

@ motomatters: Jadi begini: Pertama, mengenai cerita Yamaha / Coca Cola. Ini mutlak omong kosong. Coca Cola mensponsori untuk event, bukan untuk pembalap, dan Yamaha tidak akan memberinya motor.


@ motomatters: Kedua, mengenai cerita Rossi akan meninggalkan Ducati: kontraknya ditulis oleh pengacara Phillip Morris. Mereka tidak pernah kehilangan kasus (kalah dalam sidang). Tidak ada celah buat Rossi (dalam kontrak).


@ motomatters: Tidak peduli betapa dia ingin pergi atau tidak, Valentino Rossi tidak akan mampu untuk pergi. Dan aku tidak percaya dia ingin.


@ motomatters: Menyerah bukanlah karakter Rossi. Dia tidak akan berhenti ketika temannya Marco Simoncelli meninggal, kenapa dia meninggalkan Ducati sekarang? sementara masih ada 17 race lagi.


@ motomatters: Dia bisa pergi pada akhir musim, tapi saya pikir dia akan mencoba mendesak agar Ducati membuat motor seperti yang dia inginkan, untuk bisa bersaing.