Wednesday, April 11, 2012

Pedrosa Bicara Soal Barcelona

Dani Pedrosa (AFP/Jose Jordan) Losail - Sebagai penduduk Catalan, Spanyol, pebalap MotoGP Dani Pedrosa juga merupakan fans berat klub Barcelona. Dari sekian banyak pemain Barca, Andres Iniesta adalah favoritnya.

"Ya, (Andres) Iniesta favorit saya. Tapi sebenarnya di Barcelona ada banyak pemain bagus, ada Xavi, Messi, dan lain-lain," tutur Pedrosa menjawab pertanyaan detiksport dalam sesi wawancara khusus dengan pebalap tim Repsol Honda itu di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan kemarin, atas undangan PT. Astra Honda Motor.

Pria kelahiran Sabadell, Catalunia, 26 tahun silam itu mengaku suka sepakbola tapi tidak menganggap dirinya "maniak".

"Saya mengikuti sedikit sepakbola, tapi saya tidak memainkannya. Saya tidak selalu menonton Barca, kadang-kadang saja."

Pebalap tim Repsol Honda itu mengungkapkan keyakinannya bahwa Barca akan terus memberi tekanan pada Real Madrid dalam perebutan titel Liga Spanyol. Saat ini jarak kedua tim tersebut tinggal empat angka.

"Di La Liga, Madrid memang tengah beruntung, tapi Barcelona tidak pernah kalah," cetusnya.

Namun soal kiprah Barca di Liga Champion, Pedrosa mengaku sulit memperkirakannya.

"Saya tidak tahu di Liga Champions. Pertandingannya sulit, banyak tim bagus yang kuat," simpulnya.

Monday, April 9, 2012

ROSSI : "INI BUKANLAH DUCATI YANG SAYA INGINKAN"


Apa yang dirasakan dan di bayangkan sebelumnya…Akhirnya pun “Terjadi”

Satu tahun tlah berlalu… sejak Valentino Rossi menatap traffic light dari balik kaca depan Ducati. Debut bersama motor yang tidak begitu ia cintai, sedemikian rupa, sehingga ia menyatakan, “Saya telah mengerti sejak tes pertama, setelah beberapa lap. Saya tidak akan memenangkan balapan pertama”. Memang, musim lalu di Qatar ia finish ke 7, dengan jarak 16 “431 dari Stoner, rider Ducati sebelumnya. Sepanjang musim, hasil Rossi dan Ducati kian memburuk yang akhirnya meyakini kru Ducati untuk melakukan revolusi Desmosedici. Malam ini menggunakan chassis yang telah berganti kesekian kalinya, balapan kian buruk saja posisi ke-10 dengan selisih 33 ”665 di belakang sang juara, Jorge Lorenzo. Rossi merupakan pembalap Ducati yang finish terakhir, dan no.2 dari akhir rider finish menggunakan motor prototipe. wew…

Setelah itu… The Doctor terlihat begitu sedih dan malah yang lebih buruk lagi, dia begitu kehilangan rasa percaya dirinya. “Kami kehilangan harapan musim lalu. Ketika Barbera melewatiku dengan pergerakan keras sehingga mendorongku ke arah run off area, ia hanya punya satu tujuan: “untuk berada di depanku”.



Sebenernya posisi balapan…Itu bukanlah suatu masalah.

Yup sebenarnya posisi balapan, itu bukanlah masalah bagiku. tapi keadaan inilah yang begitu sulit rasanya. Bahkan saya punya pikiran untuk kembali ke pit dan menyelesaikan balapan, namun… saya terus lanjut, ini semua…HANYA UNTUK MENGHORMATI MEMBER TIM DUCATI dan untuk mengumpulkan data yang berguna. Terus terang…GP12 tidak sesuai dengan keinginan saya, seperti halnya GP11 dan GP11.1 dan setelah akhir race…untuk pertama kalinya [Rossi] mengambil jarak dengan Ducati dan mengatakan : “”Ducati tidak mengikuti petunjuk yang telah saya berikan, saya bukan teknisi dan saya tak bisa memecahkan setiap masalah”!



Tujuan “Saya” adalah Setidaknya Untuk “Podium” !

Tentang Barbera dan Hayden yang finish di depannya, ternyata tidak begitu menarik minat The Doctor. “Finish keenam, tidak banyak yang berubah. Ini bukan hasil yang menarik bagi saya dan saya bertujuan setidaknya untuk podium”. Sesuatu yang sepertinya masih di luar jangkauan untuk saat ini. “Saya tidak bisa mengendarai motor seperti yang saya suka. Saya lebih cepat dengan ban yang telah dipakai daripada ban baru. Bagian belakang terasa begitu mendorong dan hal sedikit meningkat ketika ban mulai terasa slide. Saya tak memiliki keperacayaan, dan bahkan saya tidak bisa maju seperti Hayden yang telah mengerahkan segala yang dia mampu dan finish 28 detik dari sang juara”.

Dan bersama ini, mbah merasa…sepertinya kesopanan, santun profesional antara pembalap Italia dan pabrikan Italia sepertinya telah berakhir. “Masalah dengan motor belum usai, begitu pun permintaan saya terhadap motor. Motor tidak bisa dikendarai, dan tak banyak perubahan di trek manapun kami berada. Saya tidak bisa masuk tikungan dan mengerem secara keras dan kami tidak bisa berharap bisa berubah sepenuhnya dengan ban-ban baru Bridgestone. Masalah ini tidak bisa anda pecahkan hanya dengan set up. Jadi si pembalap harus beradaptasi dengan motor, atau motor yang harus diadaptasikan sesuai dengan pembalap. Ducati saat ini sedang di persimpangan jalan. hufff !!!



 http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/09/rossi-ini-bukan-ducati-yang-saya-inginkan-hufff/

Sunday, April 8, 2012

Jelang MotoGP Qatar Rossi Akan Pelajari Settingan Motor Hayden


detikcom - Losail, Dua pebalap Ducati mendapatkan hasil yang berbeda cukup jauh di sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Demi mendapatkan settingan motor yang lebih baik, Valentino Rossi akan mempelajari data milik Nicky Hayden.

Di Losail, Sabtu (7/4/2012) malam waktu setempat, Hayden bisa jadi yang terbaik kelima di sesi kualifikasi. Sementara itu, Rossi terpuruk di urutan ke-12.


Catatan waktu Rossi adalah yang terburuk dibandingkan pebalap-pebalap pabrikan. Juara dunia tujuh kali itu lebih lambat 2,2 detik di belakang Jorge Lorenzo dan 1,2 detik dari Hayden.


"Tujuan saya adalah masuk baris kedua. Ternyata saya sangat jauh dari target karena problem yang kami alami sebelumnya memburuk," aku Rossi seperti dikutip Crash.


"Ini sangat aneh karena kami cuma membuat perubahan kecil dibandingkan kemarin, tapi rasanya sangat berbeda. Setelah kami kembali ke settingan kemarin, saya merasa sedikit lebih cepat, tapi itu belum cukup untuk memperbaiki hasilnya," kata The Doctor.


Diakui Rossi, untuk balapan nanti, dia akan belajar dari settingan yang dipakai Hayden dan berharap bisa mendapatkan hasil lebih baik daripada posisi start-nya.


"Saya tak yakin soal apa yang harus diharapkan dari balapan. Tapi, tentu saja, saya berharap bisa melakukannya dengan lebih baik," ujar Rossi.


"Nicky membuat pilihan settingan yang berbeda dan menjalani sesi yang bagus dengan kedua ban. Jadi, sekarang saya akan melihat datanya dan mencoba bekerja dengan lebih baik," jelasnya


Preziosi masih membela Valentino Rossi

“Kami sama sekali tak memiliki keraguan mengenai bakat dan kemampuan Valentino Rossi mengendarai motor, kami harus membawanya kembali ke posisi di mana ia patut berada”.

Suatu pembelaan yang penuh semangat dari Bapak Desmosedici, Filippo Preziosi. Tapi itu tampaknya sulit ditelan mentah-mentah karena teknisi punya alasan bagus untuk menyalahkan pembalap dan timnya karena hasil kualifikasi yang buruk. Namun Preziosi masih dan terus membela seluruh squad Ducati.

“Kami adalah tim. Kami membuat kesalahan bersama dan meraih sukses bersama. Tujuan kami adalah di barisan kedua dan kami meraihnya bersama Nicky Hayden. Sayangnya Rossi tidak bisa melakukan hal yang sama. Kami memilih arah yang salah, dan menyebabkan pembalap hilang rasa percaya diri. Dan rasanya sulit memulihkan rasa percaya diri itu di sesi 20 menit warm up”.

Bagaimana bila menggunakan setup Hayden untuk motor Rossi?


“Setiap pembalap memiliki gaya mereka tersendiri. Dengan part yang tersedia, Hayden bisa kualifikasi di posisi 5 dengan motor tersebut. Tapi beberapa part yang sama tidak dapat bekerja dengan baik pada Rossi. Anda tak bisa mana Ducati yang benar, 5 atau 12, karena keduanya benar”.

Wednesday, February 22, 2012

Valentino Rossi : Foto Kenang-Kenangan Bersama Pin

Janji adalah hutang, dan Valentino Rossi tiba di saat ia menepati janjinya. Sehari setelah operasi kaki ia berjanji pada fans akan memberikan foto dari pin yang dilepaskan dari kakinya selama operasi. Penyisipan pin ini dilakukan karena cidera di Mugello. The Doctor mengalami sedikit hambatan dalam memberikan gambar tersebut tapi hal tersebut tidak bisa mencegahnya menunjukkan kepada dunia malam ini foto tersebut melalui Twitter yang kian hari kian populer.

”Hello guys, ini adalah pin dan baut yang disisipkan di kaki. Saya tidak tahu warnanya hijau !”


Itulah komentar The Doctor yang sekarang menjadi pasien, seharusnya pin berwarna kuning, yang merupakan simbol #46 . Senyum Valentino mengandung seribu kata di saat penyembuhan pasca operasi ini, ia juga harus fit untuk tes Sepang minggu depan.


Akhirnya Rossi menunjukkan bahwa ia selalu dekat dengan kenangan akan Marco Simoncelli yang terbukti dari T-Shirt yang dipakainya dengan nama Sic dan yayasan yang dimiliki oleh pembalap asal Coriano tersebut.

 

Tuesday, February 14, 2012

35th SMADA ANNIVERSARY 14feb2012 part 1

14 Februari 2012sebagian orang akan bilang kalo hari ini adalah Valentine day
ehmmm...
tapi buat aku yang nggak merayakan hari valentine,hari ini merupakan hari yang besar dan indah buat aku,temen-temen dan juga tentu buat sekolahku tercinta
RSMA-BI SMA NEGERI 2 LUMAJANG

yap tepat pada hari ini sekolahku tercinta ulang tahun!!!
HAPPY BIRTHDAY SMADA!!!

sederet acara buat merayakan hari ulang tahun sekolahu tuh udah banyak banget mulai seminggu ini,dari acara lomba-lomba,mapensi sampe' tasyakuran
di hari ini.. 

TOTALLY ALL OF THAT IS PERFECTLY PERFECT
 heheheh...
but,tasyakuran di sekolah itu nggak biasa lho,,,luar biasa banget
hari ini banyak orang-orang hebat dan istimewa yang dateng lho :p
ada @masmono sama ustadz @AnwarSani_MOZA yang ngganteng,bersinar,bersih..sempurna!
wkwkwkwk ..aku sampe' kesemsem pas pertama kali liat ustadz dari Universitas Al Azhar Indonesia ini
gila ini yang namanya orang ganteng luar dalem  ..
pokoknya Subhanallah banget deh

Ustadz Anwar Sani

tapi ada juga nih motivator @masmono ,pengusaha besar ayam bakar di Jakarta yang sukses bikin SMADA terbakar dengan semangatnya dan salam BAKARnya..MANTEB DEH !

eh ,tapi sepanjang acara aku cuma nungguin Ustadz Anwar maju ke panggung buat ngasih tausiyahnya :DD
akhirnya jam 10 pagi itu,ustadz naik panggung dan memulai acaranya ..
aku dengerin tuh ,(sambil ngeliatin wajahnya yang bersinar) :D

jeng jengg..jam 12
akhirnya Ustadz Anwar Sani selesai memberikan tausiyahnya dan ditutup dengan doa..

 
nah disinilah awal mulanya ..
ngeliat Ustadz MOZA(Ust.Anwar Sani) turun dari panggung,tiba” aku berkeinginan buat FOTO BARENG!!!
Sumpah ya ini pertama kalinya aku sebegitu antusiasnya buat foto sama artis,padahal kan udah banyak artis yang dateng ke sekolah.
Tapi baru kali ini!! Aku bilang sama diriku sendiri “pokoknya aku harus bisa foto sama Ustadz Moza,gimanapun caranya!”
Trus aku ngajak temen” juga buat ikut foto sama Ustadz Moza,tapi mereka nggak seantusias diriku –‘
Akhirnya aku ketemu ekiq dan dia ngajak aku foto bareng sama Ustadz Moza,. Kami udah hampir menghampiri Ustadznya lho ! Tapi nggak jadi,karena kita cuma berdua ,nggak lucu deh maju ke panggung minta foto sama ustand Moza cuma berdua dan diliatin orang banyak 
Akhirnya kami ngurungin niat (oh ye,tangan kiri aku lemes gara" kejadian itu)
Arggg,,aku merengek ke temen” buat ikut aku foto ..akhirnya 4 temenku ikut deh ..yee
Kami nekad masuk sekolah lewat resepsionis :D,biasanya nggak boleh 
 ..trus kita cari” dimanakah ustadz berada????
Trus temen aku,ningrum bilang kalo ustadz ada diruang TU,dia ngintip ruang TU sekilas gitu..trus aku . juga ngcek,”oh iya itu ustadz” sambil sedikit ragu karena kayaknya orang yang didalem TU itu bukan 100% ustadz,meskipun kopyahnya sama ..
 
Trus kita nunggu di depan ruang kepala sekolah yang letakknya sebelah ruang TU nungguin ustadz keluar ruangan..
daaaan pintu ruang TU pun terbuka ..........
woooopppsssss !!!!  
bersambung.................................................

Monday, February 6, 2012

Turning 18, Justin Bieber have a DEAL with Fans

A Letter from beliebers to Justin:
submitted by shawtymane-babe.tumblr.com


“You’ll be turning 18 in exactly one month. You’ll be able to do the things you’ve always wanted to do. You can say anything, and be anything you want now. You can date whoever and do whatever you want with them. You’re old enough to make your own decisions and take your own responsibility. It’s your life now, not ours. We’ve stuck with you since the beginning, and even then we promised we’d never let go. All we ask is you don’t push us away. Promise you’ll never forget us. We made you who you are, and we’ll never let anyone tear that down. We’ll never let anyone take you away and break you. Because you’re all grown up now, it will only get harder from here. But we promise as long as you stick with us, we’ll stay with you forever. Don’t do anything you’ll regret, or make us regret. Focus on who you are and who you want to be, because that’s what you’re best at, and that’s who we fell in love with. We can’t always get what we want. We can’t all make you our own definition of perfection, because you’re perfect no matter what. Some of us may not be growing up with you, but we feel like we’ve known you our whole lives. You care about us more than anyone else has, and what makes it even more special is you haven’t met us yet. Please, never grow up, never grow out of who you are. It may hurt us inside that you’re older now, and you’ll only keep getting older. But you’ll never cease to amaze us with anything you do. You’ll always be in our hearts forever, so hold onto us, forever. We hope 18 is as fun and amazing you want it to be. We can’t for new surprises and all that’s in store for us, because you do it to make us happy. Never lose your gorgeous smile, it’s the reason most of us want wake up everyday. Never change who you used to be, who you are, and who you aspire to be. Because against all odds, we’ll always love you and we promise to stay with you as long as you stay with us. Deal?”