Friday, August 10, 2012

Yamaha Mengumumkan Kembalinya Valentino Rossi


Rossi diikat Yamaha dua tahun
Jumat 10 Agustus 2012 – Gerno di Lesmo (Italy)
Pukul 10.01 Yamaha mengumumkan bahwa mereka mengontrak Valentino Rossi terhitung tahun 2013 hingga 2014 mendatang, berikut press release dari pihak Yamaha :
“Dengan senang hati  kami, Yamaha Motor Co., Ltd, mengkonfirmasi penandatanganan kontrak Valentino Rossi untuk bergabung membela Yamaha Factory Racing MotoGP Team dari tahun 2013 hingga 2014. Valentino Rossi pertama kali bergabung dengan Yamaha pada tahun 2004 dan meraih 4 gelar Juara Dunia bersama YZR-M1 pada tahun 2004 & 2005 dan 2008 & 2009. Rossi memenangkan 46 race bersama 7 tahun karirnya di Yamaha sebelum hengkan tahun 2010 silam”.
“Rossi yang berada di peringkat le-8 klasemen saat ini akan bergabung dengan Jorge Lorenzo yang saat ini memimpin sementara dengan keuntungan 23 poin, Lorenzo telah meraih 5 kemenangan dari 10 seri race  pertama  dari 18 race yang ada”.

http://motogpindo.wordpress.com/2012/08/10/yamaha-mengumumkan-kembalinya-valentino-rossi-2/

Akhirnya Resmi Valentino Meninggalkan Ducati


Ducati resmi mengumumkan kerjasama dengan Rossi usai tahun ini
Resmi sudah saat pukul 09.04 waktu setempat Ducati memberikan pernyataan resmi bahwa Valentino Rossi akan meninggalkan mereka akhir musim ini (pengumuman resmi Yamaha diperkirakan tiba pukul 09.30 waktu setempat).
Pernyataan dari parikan Borgo Panigale adalah sebagai berikut :
“Selagi menunggu seri  MotoGP di Indianapolis tanggal 19 Agustus  ini, Ducati mengumumkan bahwa hubungan kontrak dengan Valentino Rossi akan berakhir pada musim kejuaraan dunia tahun 2012 ini”.
“Ducati mendoakan Valentino bisa berhasil dengan tantangan baru yang dihadapinya, sementara itu tim Ducati akan terus memberikan usaha terbaik guna memberikan perkembangan di sisa race yang ada hingga akhir musim”.
“Balapan itu selalu menjadi DNA di tubuh Ducati lebih dari sebelumnya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan produk dan imej Borgo Panigale. Audi akan berbagi kepada Ducati mengenai pendekatan strategis dan setuju dengan komitmen yang tumbuh untuk berkompetisi”.
Oleh karenanya setelah mencapai kesepakatan dengan Nicky Hayden, Ducati akan menuntuskan pekerjaan mengenai rider mana yang akan ambil bagian di musim 2013 mendatang, dan mereka percaya bahwa Ducati bisa bersaing di level tertinggi kejuaraan MotoGP.

http://motogpindo.wordpress.com/2012/08/10/akhirnya-resmi-valentino-meninggalkan-ducati/

Friday, April 20, 2012

Flashback : Surat Cinta Valentino Rossi Kepada Yamaha





Ciuman terakhir Rossi Untuk M1

Surat Perpisahan Valentino Rossi Untuk M1

Valentino Rossi telah meluncurkan surat ini menyentuh hati dalam bahasa Italia yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris untuk mengenang kisah cinta dan akhir ceritanya bersama Yamaha.



Berikut terjemahan suratnya :

“Sangat sulit untuk menjelaskan dalam hanya beberapa kata bagaimana hubunganku dengan Yamaha dalam tujuh tahun terakhir.

“Banyak hal telah berubah sejak saat itu jauh sejak tahun 2004, khususnya ‘si dia’ M1 telah berubah. Saat itu ia adalah motor MotoGP yang malang, yang selalu menduduki posisi tengah di grid, dicemooh oleh para sebagian besar pembalap dan para kru MotoGP. Sekarang, setelah saya membantunya berkembang dan mengalami peningkatan, anda bisa melihatnya tersenyum di garasi, didekati, dirayu dan dikagumi, serta diperlakukan sebagai ‘motor kelas atas’”.

“Daftar orang-orang yang membuat transformasi ini mungkin sangat panjang, tapi saya ingin mengucapkan terima kasih pula Masao Furusawa, Masahiko Nakajima dan Hiroya Atsumi – ku, sebagai perwakilan dari semua teknisi yang bekerja keras untuk mengubah wajah M1 kami . Kemudian Jeremy Burgess dan semua orang saya di garasi, yang merawatnya dengan cinta di semua trek dunia dan juga semua pria maupun wanita yang telah bekerja dalam tim Yamaha selama bertahun-tahun”.

“Sekarang saat ini telah tiba untuk mencari tantangan baru; pekerjaanku di sini, di Yamaha selesai. Sayang sekali bahkan kisah cinta yang paling indah pun harus usai. Tetapi mereka meninggalkan begitu banyak kenangan indah, seperti ketika M1 dan aku berciuman pertama kali di rerumputan Welkom, ketika dia menatap langsung ke mataku dan berkata kepadaku “Aku Mencintaimu”



First kiss Vale dan M1, Welkom 2004

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/20/flashback-surat-cinta-valentino-rossi-kepada-yamaha/

Ducati Telah Mengidentifikasi Mengapa Ducati Tak Kompetitif !!!




di temukan obat mujarab dari tidak kompetitifnya GP12 dan Cara yang dilakukan “memperbesar daya Output GP12″.

gp lovers- Setelah insiden Qatar, di mana Valentino Rossi mengatakan bahwa Desmosedici GP12 kurang kompetitif karena masalah understeer, maka kru Ducati berupaya keras mengatasi hal tersebut. Cara yang mereka lakukan adalah memperbesar daya output GP12. Ducati yakin, bahwa penghantaran daya yang benar-benar agresif itu lah yang menyebabkan munculnya masalah understeer. Apabila Vale dan Nicky membuka gas pun motor tidak bisa berada di line yang ideal, agresifnya penghantaran daya pun juga berarti hilangnya cengkeraman bagian belakang ketika akselerasi keluar tikungan, itulah yang dikeluhkan Rossi dan Hayden tahun lalu.


“Kami berusaha untuk lebih memahami apa yang menyebabkan understeer: Masalahnya muncul ketika Valentino menyentuh pedal gas,” kata manajer tim tim dari Bologna, “Intinya, bagian belakang motor mendorong bagian depan, kami bekerja juga pada elektronik terutama yang baru”. tangkas Vittoriano Guareschi.

Loris Capirossi juga telah mengatakan sebelum race Qatar bahwa kekuatan Ducati yang menakutkan mungkin akan menganggu mereka seperti yang dialami Valentino Rossi. Sebelumnya Rossi selalu mendapatkan motor dengan penghantaran daya yang mulus, seperti Yamaha. “Prioritas utama kami adalah untuk membuat penghantaran daya tidak terlalu agresif”, ujar Guareschi. Fillippo Preziosi telah mengidentifikasi masalah tersebut dan bekerja untuk mengatasinya. Saat ini frame bukan masalah. Kita harus memperkecil jarak, dan saya rasa itu mungkin saja karena pada dasarnya GP12 lebih baik dari motor sebelumnya”, tutup Guareschi.

semoga dengan obat mujarab ini “memperbesar daya output GP12″ berhasil mengatasi masalah understeer yang ada pada GP12.

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/19/ducati-telah-mengidentifikasi-mengapa-ducati-tak-kompetitif/

Siapa Pengganti Valentino Rossi???





Begitu banyak tanda tanya mengenai Valentino Rossi.

gp lover’s… sepertinya dunia ini gak selebar daun kelor, buktinya… baru tadi pagi rasanya kita ketemu disini, sekarang sudah ketemu lagi ya… kekekekek kali ini mengenai Valentino Rossi lagi nih, Kotak Pandora telah dibuka Valentino Rossi setelah bencana yang terjadi usai race Qatar, inteview yang kemudian melahirkan begitu banyak tanda tanya bahkan keraguan mengenai nasib balap motor itu sendiri. Bukan rahasia lagi, selama 17 tahun karirnya, si pirang dari Tavullia ini berhasil berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi terhadap perkembangan olahraga dan media yang membawa sekumpulan imajinasi. Karakter seorang Valentino Rossi lebih dari seorang pembalap dan orang bertanya apa pengaruhnya bila The Doctor prestasinya merosot atau pun jika ia mundur dari dunia MotoGP. Pertama-tama Dorna telah melakukan kontak dengan pabrikan dan sponsor sebagai tempat lari atau tempat berlindungnya Valentino Rossi seandainya terjadi perceraian antara dia dan Ducati. Dan bila hal tidak berjalan sesuai rencana, siapa yang bisa menggantikan tempatnya di hati para penggemar sekaligus menjadi raja di kejuaraan dunia?



Bagaimana dengan Vinalis?

Moto3 – Mulai dari kelas bawah, orang tidak bisa mengabaikan Vinales Maverick. Pembalap muda berbakat dari Spanyol, lahir pada tahun 1995, berhasil memenangkan 4 ras dan mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan di musim pertama, dan merupakan favorit untuk juara dunia meski ia harus bersaing dengan Romano Fenati.



Bagaimana dengan Iannone dan Marques?

Moto2 – Kelas menengah didominasi oleh oleh Marc Marquez. Pembalap Spanyol ini dianggap mirip Valentino Rossi sewaktu karir awal nya yang agresif di trek. Tapi segitu turun dari motor, pesonanya di kamera tidak sebanding dengan Rossi. Malah Andrea Iannone dan Claudio Corti yang terlihat lebih periang. Kedua pembalap Italia tersebut lebih terlihat nyaman dengan sorotan kamera. Pasangan pembalap Italia tersebut nyaman dengan kamera, tetapi masih mencari kredibilitas kompetitif yang hanya datang dengan hasil yang konsisten.



Bagaimana dengan Jorge Lorenzo?

MotoGP – Dilihat dari hasil, Lorenzo dan Stoner merupakan kandidat kuat juara dunia. Pembalap Spanyol ini pun habis-habisan meniru Valentino Rossi – lihat saja gaya ‘moonwalk’ nya sewaktu race Laguna Seca 2010- hal yang paling dipelajari Lorenzo dari Rossi adalah tak kenal menyerah. Stoner mungkin adalah pembalap yang paling sukar dipahami namun ia berhasil juga memiliki barisan fans yang memujanya karena gayanya yang spektakuler dan balapnya yang cepat.

Namun meski sekarang dalam masa-masa yang sulit, Valentino Rossi tetap menjadi pembalap yang paling populer di kalangan fans dan wartawan. Rossi yang baru mungkin hanya bisa menjadi dirinya sendiri, asalkan anda bisa mencari alasan dan dengan rendah hati menanyakan kepada mereka pada saat usia mereka telah mencapai 33 tahun, dan pastinya dengan embel-embel 9x juara dunia di pundaknya.

Bagaimanapun juga, yang asli pasti lebih baik daripada yang palsu, ya tho?

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/18/siapa-pengganti-valentino-rossi/

Monday, April 16, 2012

Di Monza, Vale Meraih Posisi Ke-18






Hujan sempat menodai balapan Blanckpain Endurance Series

Debut Valentino Rossi di Blancpain Endurance Series mengendarai Ferrari 458 mungkin tidak berjalan mulus, hujan deras yang mengguyur lintasan selama 3 jam lomba, Rossi dan co-drivernya Uccio harus mengikuti lomba dengan interupsi dari safety car. Pasangan dari Tavullia tersebut start dari posisi ke-10 dan finish ke-18 secara keseluruhan atau posisi ke-8 dari kategori Pro-Am yang mereka ikuti.





Sempat merosot di posisi ke-26, setelah Vale mengambil alih kemudi akhirnya finish ke-18

Ferrari ’46′ pun melakukan kontak dengan sesama kompetitiornya, dan untuk pertama kalinya ketika Uccio mengambil alih kemudi dan kedua ketika Valentino yang memegang kendali. Ini membuat mobil menjadi kurang sempurna dan mengalami masalah steering. Kemudian The Doctor menunjukkan keahliannya dalam mengendarai mobil dengan tampil mengesankan bisa comeback dari posisi ke-26 ke posisi 18 di menit-menit akhir. Rossi pun mencatat waktu lap yang mengagumkan dan finish di belakang juara dengan selisih 2 menit (Bas Leinders, Markus Palttala dan Maxime Martin, bersama Marc VDS Racing Team BMW Z4, skuad yang sama yang juga bersaing diMoto2).

Sekarang petualangan Rossi dengan balap mobil telah berakhir. Valentino kembali akan beraksi di MotoGP 2 minggu mendatang di Jerez. Apakah Vale juga berharap balapan nanti turun hujan?


http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/16/di-monza-vale-meraih-posisi-ke-18/

Rossi : “Bersantai Sejenak Dari MotoGP, Itu Mudah !”




Rossi “butuh” suasana santai… Sebelum race GP selanjutnya !!!

gp lover’s yang berbahagia… tanpa terkecuali yang belum bahagia, kekekekek !!! Ada beberapa hal yang tidak berubah dari Valentino Rossi, Baik ketika ia berada di roda dua mau pun di roda empat, yang mbah rasa… sebahagian tentu ada yang tau dan ada pula yang belum mengetahui yakni: kerumunan dari fans yang akan “antri” untuk menungguinya di belakang garasi dan barisan wartawan pun pantang kalah untuk menanti, mendengarkan setiap kata yang diucapkannya. Namun pembalap Italia ini tampak jauh lebih santai dengan Nomex daripada leather suitnya, senyum pun lebih mudah tersungging di bibirnya, lihatlah… gambarnya di atas, sama kek mbah, jika lagi tersenyum dan menurut Rossi… Pengalaman mengendarai mobil seperti inilah yang dibutuhkannya setelah bencana di Qatar.


“Tak butuh waktu banyak bagi saya untuk bersantai”, ujar Rossi yang sebelumnya memperingatkan : “Saya di sini untuk membalap mobil. Dan saya hanya akan berbicara mengenai hal itu”.

Rossi bercerita mengenai debutnya di Blancpain Endurance Series, mengendarai Ferrari yang disiapkan oleh Tim Kessel. “Mobil yang indah, dan saya telah membangun hubungan khusus dengan pabrikan asal Maranello. Valentino akan start di posisi ke-10 di race besok (lebih baik dari start nya di MotoGP Qatar). “Start dari posisi ke-10 itu penting, suatu langkah besar dibanding kemarin. Yang paling penting, waktu lap kami juga tidak terlalu buruk. Tentu saja, saya masih perlu banyak belajar, dan akan lebih sulit lagi sewaktu race nanti. Namun mobil ini sangat lincah, meski ini mobil berbasis produksi. Saya mengubah gaya mengemudi saya, dan berada di belakang pembalap tercepat itu sangat membantu. Meski banyak penyempurnaan yang harus kita lakukan”.

Ketertarikan Valentino dengan balap mobil itu sudah lama dikenal, dan seringkali ia mengisyaratkan akan pindah ke reli mobil setelah ia pensiun di dunia balap motor. “Kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan”, ujarnya. “Di balap motor anda punya navigator, tapi ini benar-benar berbeda. Ini bagaimana cara anda mengontrol motor sewaktu slide atau menyimpang. Anda sendiri di cockpit dan mengendarai di jalur yang bersih itu juga sangat penting. Banyak kemiripan dengan MotoGP. Besok race berlangsung selama 3 jam, bagaimanaun saya lebih suka race sprint (yang cepat) tapi race ketahanan juga menarik. Balapan 24 jam di Le Mans pastinya merupakan pengalaman yang luar biasa tapi anda harus sangat siap untuk kompetisi seperti itu. Kita bisa memikirnnya nanti setelah saya berhenti di balap motor. Seri ini juga akan ada di Spa Francorchamps, di mana saya belum pernah ikut balap di sana sebelumnya dan saya juga ingin ikut serta. Tapi jadualnya berdekatan dengan race MotoGP di Laguna Seca”.