Monday, April 16, 2012

Kenny Roberts Jr. : Vale… Selamat Datang Ke Balapan Yang Sesungguhnya!!!



Dr. Costa – Masao Furusawa – Kevin Schwanzt – Giacomo Agostini – Loris capirossi dan Kenny Roberts Jr.

sebelumnya… mbah ucapken “slamet berhari minggu” bagi gp lover’s yang menjalankannya. wkwkwkwk… Ok! kita lanjut saja pada inti pokok masalahnya yah Ini masih mengenai Valentino Rossi, yang mana… Banyak para ahli MotoGP yang gak mau kalah dalam membicarakan tentang Valentino Rossi dan Ducati, tanpa terkecuali para fans dan termasuk yang gak sneng dengan berita mengenai Juara Dunia 9x. Dan malah… ada yang nyeletuk - di page-nya mbah, klik disini yang bunyi celetukannya begini: Wuah, payah… page apa-an ini, yang di britain koq malah “Rossi” mlulu, yang “Netral” dun’d !!!

dan jika ada yang nyeletuk begitu, sperti biasalah, mbah secara reflex akan langsung jampe-jampe dengan ajian sakti yang tentunya gak banyak orang yang mempunyainya agar bisa secepatnya masuk …, seperti gambar yang terlihat di bawah ini:


Okelah… setelah Dr. Costa – Masao Furusawa – Kevin Schwanzt – Giacomo Agostini – Loris capirossi yang memberikan simpatinya terhadap juara dunia 9x Rossi… dan kali ini giliran Kenny Roberts. Jr yang unjuk bicara. Mantan dunia di kelas 500cc yang pernah head to head dengan Rossi selama beberapa tahun ini merefleksikan situasi Rossi saat ini dengan karir nya sendiri seperti yang dikutip dari Superbike Planet.


“Ini situasi mental yang serupa denganku sewaktu saya masih Suzuki”, ujarnya. Saya rasa Valentino saat ini istilahnya kurang kompetitif bahkan lebih dari itu, ia tidak bisa mendekati pembalap di depan. Saya selalu mengatakan kepada Suzuki pada awal musim tahun 1999 bahwa Suzuki tidak akan kompetitif bila mereka tidak melakukan perubahan besar. Saya tahu jenis horsepower dan elektronik Tim Roberts di awal tahun 1990. Saya kompetitif, memenangkan balapan, dan mengatakan kepada mereka bahwa kita bisa lebih baik. Mereka tidak melihat kesukesan setelah era Kevin Schwantz.

“Saya kira Valentino berkaca pada dirinya sendiri. “Lihat, saya telah meraih gelar juara dunia, saya telah memenangkan banyak balapan. Saya telah melakukan semua, dan jika saya berada di Honda atau Yamaha, saya akan kompetitif. Saya pikir kita semua akan begitu yakin. Ketika anda telah meraih sesuatu, orang tahu bahwa anda mampu. Rossi mungkin merasa itu bukan tugasnya untuk membalap di posisi ke-5 atau ke-6. Ducati juga mengontraknya bukan untuk mengincar posisi tersebut. Ketika hasilnya buruk, anda harus benar-benar memikirkan apa yang sedang terjadi”.

Dalam situasi ini Roberts mengerti Rossi kelelahan dalam menggeber abis GP12.


“Bakat tidak bisa mengatasi masalah dalam mengendarai motor, okay? Khususnya setelah era 500cc – itu mustahil. Ia memandangnya seperti ini, saya mengendarai motor ini 110% tapi apa?? Saya finish ke-5. Mengendarai motor motor 110% itu beresiko buat pembalap. Rata-rata sukses yang saya raih ketika mendorong motor lebih dari 100% di tahun 1999-2000 adalah…. well, bisa saya katakan hampir 80% saya mendarat di tanah alias nyungsep, dan marah.”

Situasi ini pun sama sepertiku dan John Hopkins, saya ingat pernah saya katakan kepada Hopkins, “Hey bung, anda hanya akan mencelakakan diri anda sendiri bila menggeber motor melebihi batas. John biasanya mengendarai motor melebihi limit di lap pertama atau kedua untuk memperoleh catatan waktu yang baik. Tapi sering kali bila ia melakukan hal tersebut, ia tidak kembali ke garasi. Melainkan ia telah masuk ambulan. Dan terkadang bila ia kembali, ia mengalami patah tulang tulang dan crash sehingga harus patah gigi”.

Kenny Roberts Junior tidak mempertanyakan mengenai bakat seorang Valentino Rossi.


“Lihatlah Valentino memiliki begitu banyak bakat, dan ia telah meraih semua apa yang telah ia menangkan. Ia mungkin sama bakatnya seperti ayah saya – canda Robert – tapi banyak hal yang bukan hanya dilihat dari bakat saja. Itu suatu keberuntungan Valentino bisa menang dengan motor yang pas buat dia, motor yang tepat di waktu yang tepat. Pikirkanlah lagi : di era 500cc kami memiliki ban 17 inch. Dan saya bisa meraih gelar juara, itu salah satu bagian mengapa Suzuki bisa kompetitif, kemudian mereka beralih ke ban 16.5 inch dan manfaat horsepower pun tak ada. Kala itu Rossi di Honda dan ia tahu itu. Ia bersama Jeremy Burgess”.

“Saya tidak meremehkan Valentino Rossi, ia berbakat, ia mengagumkan. Sekarang ia berjuang dengan motor. Ia berjuang dengan elektronik, feeling, kecepatan dan banyak lagi. Tak ada lagi kesenangan yang didapatnya dari balapan. Baginya sekarang tak ada lagi keasyikan, tapi di waktu yang bersamaan sebenarnya itulah balapan. Anda tidak mendapatkan motor sempurna setiap musim. Jika sekali saja anda mendapatkan motor sempurna, anda beruntung!”. 
 http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/15/kenny-roberts-jr-vale-selamat-datang-ke-balapan-yang-sesungguhnya/

Saturday, April 14, 2012

MotoGP Tak Bisa Kehilangan Rossi



Sumber: Olahraga.kompas.Com

MotoGP gak rela bila harus kehilangan Rossi.

nah mendengar/melihat dari judulnya saja mbah yakin gp lover’s yang berada ntah dimana saat ini akan berpikiran gak setuju dan sekaligus gak akan rela jika Rossi pergi meninggalkan MotoGP. gak kebayang deh… jika MotoGP tanpa adanya Rossi, bagaimana ceritanya ya? yang jelas dampaknya sangat dalem banget, sampai rating tipi dan penjualan tiket pun terkena imbasnya.

Percaya Atau Tidak… Berikut Beberapa Skenario Tentang Masa Depan Rossi:

HONDA – Rossi meninggalkan produsen motor yang bermarkas di Tokyo itu pada akhir 2003, setelah merengkuh tiga gelar juara dunia. Pebalap kelahiran Urbino ini pindah ke rival Honda, Yamaha.

Honda tampaknya masih sakit hati dengan keputusan sang pebalap, sehingga sulit untuk membuka kembali pintu bagi sang pebalap. Akan tetapi, Rossi masih punya kesempatan bergabung dengan tim satelit milik Gresini Fausto, yaitu Gresini Honda. Gresini memiliki insinyur dan sponsor yang diperlukan untuk mendukung “The Doctor”, dan hubungan mereka dengan Honda sangat dekat.

YAMAHA – Di Iwata masih terdapat banyak pendukung Rossi. Meskipun langkahnya untuk kembali ke tim ini bisa berjalan lancar, tetapi Rossi tampaknya harus melupakan impian untuk bergabung dengan tim pabrik. Satu-satunya pilihan adalah bergabung dengan tim satelit milik Herve Poncharal, yaitu Tech 3, yang berarti dia bakal mendepak Cal Crutchlow atau Andrea Dovizioso. Mesin M1 juga menjadi favorit Rossi, karena dengan Yamaha dia berhasil merengkuh 4 gelar MotoGP.

DUCATI – Tentu saja sangat mungkin bahwa Rossi tetap bertahan dengan produsen Italia ini. Akan tetapi, ketika juara dunia sembilan kali grand prix ini memutuskan untuk hengkang, maka akan menjadi pukulan berat bagi Ducati, karena kehilangan sponsor serta sulit menemukan pebalap pengganti.

Baik Lorenzo maupun Stoner, kontraknya berakhir musim ini. Tetapi tampaknya sangat mustahil bagi kedua pebalap tersebut untuk pindah dari timnya yang sekarang. Dani Pedrosa juga harus memutuskan tentang masa depannya, dan dengan kehadiran Marc Marquez yang berpotensi menduduki tempatnya di tim Repsol Honda, maka pebalap Spanyol tersebut mungkin akan menjadi pilihan tepat bagi Ducati. Jika tidak, Dovizioso pun bukan menjadi pilihan yang buruk.

TIM UNTUK ROSSI – Ada juga pembicaraan bahwa Rossi bisa bisa memulainya dengan tim sendiri. Dia pasti tidak akan kesulitan mendapatkan sponsor, dan jika Jeremy Burgess serta kru lainnya datang, mereka bisa menciptakan motor yang tangguh. Namun, seperti yang baru-baru ini dikemukakan Giacomo Agostini, menjalankan tim anda sendiri tidak mudah, terutama bila anda terbiasa dengan sentuhan kemewahan pabrik.

OPSI CRT – Ini mungkin lebih kepada fiksi ketimbang kenyataan, tetapi beberapa fans rindu untuk melihat Rossi menyelesaikan kariernya bersama produsen tempat di mana dia memulai kariernya, yaitu Aprilia (saat ini di tim ART). Ini akan menjadi pertaruhan besar bagi Rossi, dan bertarung untuk naik podium akan lebih sulit, jika mungkin. Dengan kata lain, ini benar-benar akan menjadi skenario terburuk.

VERSI DORNA – Tentu saja Carmelo Ezpeleta sedang mengawasi situasi ini secara saksama. Rossi telah menjadi bagian sangat penting dalam kompetisi MotoGP, dan bahkan lebih berharga lagi ketika dia menang.
http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/14/skenario-masa-depan-rossi/

Rossi : Saya Cepat, Uccio Konsisten

Rossi Sangat Menikmati Balapan “Blancpain Endurans Series” !
Wew sungguh tak disangka dan tak diduga, ternyata… dimana-dimana, gak di media lokal ataupun di media luar sana hanyalah berita mengenai Rossi saja yang tiada berhenti mengalir. yup ibaratken… sebuah air yang sedang mengalir tanpa henti :mrgreen: gp lover’s… jangan salahken mbah ya? memang begitulah adanya, jika gak percaya… coba deh gp lover’s… sekali-kali bermain ke situs luar, mbah yakin… situ bakal percaya dengan apa yg mbah ucapken dan sampaiken :D gp lover’s… yang masih setia dengan mbah sekaligus yang berbahgia :D , yuk kita lanjut. kekekekek… :mrgreen:
nah kali ini mbah akan membahas perjalanan Rossi bersama Endurance Seriesnya. Bertepatan pada hari Jumat tanggal 13 kemaren, itu adalah hari yang khusus yang sekaligus agak berbau ‘mistis’ bagi kita :D khususnya bagi Valentino Rossi sendiri, dimana…tanggal 13 tadi cukup membawa hasil yang baik bagi debutnya pada Blancpain Endurance Series, di Monza. Pasalnya dengan mengendarai mobil Ferrari 458 Italia, yang dipersiapkan oleh Tim Racing Kessel, – wuah bagus juga itu nama yah? Tim Kessel :D keknya tepat banget dengan perasaan hati sang the Doctor yang lagi kessel dengan GP12 yang belum mau bersahabat dengannya :mrgreen:
The Doctor pun finish di posisi ke-26 di sesi trek basah dan dilanjut pada sore harinya berada di posisi ke-23 ketika trek mulai mengering. “Saya sangat menikmatinya”, ujar Rossi di garasinya saat ia memberikan tanda tangan kepada fans yang seolah-olah tak habis-habisnya. jib, ajib-ajib dah… :D   ketika suasana mule jauh lebih santai dibandingkan dengan paddock MotoGP, tapi Rossi adalah satu-satunya pembalap dengan barisan penggemar yang menanti untuk melihatnya.
Rossi sangat puas dan sekaligus mendapatkan kesenangan tersendiri mengendarai Ferrari 458.
gp lover’s… coba kita perhatikan sejenak gambar kuning yang berada diatas. kreen bangetkan? nah tentu saja… status selebritis yang melekat pada dirinya, rasanya… tidak akan lengkap tanpa ada warna terang yang terdapat pada Ferrari versi jalan raya dengan nomor polisi yang tak bisa salah lagi bisa menghapus keraguan tentang siapa pemiliknya :D bner gak ?
Ok ! dengan memandang race Minggu nanti, Rossi pun berharap akan terus bisa menikmatinya. “Dengan 50 mobil yang ada di trek pada saat yang sama sewaktu race nanti, pasti cukup menyenangkan. Akan ada flying start, yang sudah lama tak saya lakukan, di Prima Variante pasti rasanya akan sulit. Benar-benar memuaskan rasanya bisa mengemudi mobil ini dan anda akan mendapatkan kesenangan maksimum pada saat mengendarai/membalap dengan Ferrari 430 beberapa tahun lalu.
Ketika ditanya mengenai kecepatan relatif dibanding rekan satu timnya, Uccio, Rossi menjawab dengan senyuman : “Saya melakukan lap-lap cepat, karena Uccio memiliki kualitas yang berbeda, kecepatannya lebih konsisten”.  Sesuatu yang bisa berguna untuk race yang akan berlangsung selama 3 jam.
wuah… jadi gak sabar nih ngelihat aksi the doctor, dan semoga dengan mengikuti balapan ini the doctor bisa ngelupain sejenak masalahnya dengan GP12 yang sampai saat ini tak kunjung bersahabat. Semoga sukses dah !!! :D 

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/14/rossi-saya-cepat-uccio-konsisten/

Rossi : “Sekarang Saya Menderita, Tapi Saya Akan Tetap Bersama Ducati”



Rossi pastikan tetap bertahan di Ducati.

untuk kita ketahui bersama… Debut MotoGP di musim ini, Valentino Rossi yang mendapatkan hasil yang begitu kurang memuaskan, membuatnya harus menerima penghargaan Tapiro d’Oro atau “Tapir Emas” yaitu sebuah penghargaan yang diberikan bila seorang selebritis dicemooh atau politisi kalah maupun olahragawan yang kurang kompetitif. hmm…

“Saya ini bagaikan tapir. Karena tapir sangat tidak kompetitif. Saya tidak bisa mengendarai motor 100% sedangkan yang lain lebih tangguh. Saya ingin menang, namun saya menderita karena terlalu jauh di belakang”, ujar The Doctor kepada Staffelli.
“Perceraian di ambang mata?” . Rossi menjawab, ” Saya akan tetap bersama Ducati kami akan melakukan apa saja agar kami berhasil sebagai pasangan Rossi – Ducati”.
Di Rally Monza, Rossi hari ini sedang berlatih, ia tidak berkecil hati. “Kami akan coba lagi di semua race, jangan menyerah”. 

http://motogpindo.wordpress.com/2012/04/13/rossi-sekarang-saya-menderita-tapi-saya-akan-tetap-bersama-ducati/

Friday, April 13, 2012

Skill Dan Keterampilan Valentino Rossi Dibandingkan Dengan Pembalap Lain SALAM FANS DUCA

SALAM FANS DUCATI JB ROSSI

Hallo-hallo fans Ducati JB Rossi, setelah kemarin saya membawa aritan rumput dari kebon Pak Phoenix46, kini giliran rumput dari kebon Pak valeyellow46 yang saya angkut khusus untuk brotherhood semua.

Valentino Rossi merupakan pembalap MotoGP yang sering dan selalu diberitakan sebagai raja sirkuit motor - dewanya MotoGP. Sebenarnya apa saja skill maupun keterampilan The Doctor 46 ini dibandingkan dengan rider dan pembalap lainnya, baik di sirkuit lintasan MotoGP maupun di luar track sirkuit MotoGP? Berdasarkan otobiografi The Doctor 46, ada beberapa sejarah dan proses-proses panjang sehingga Rossi bisa memiliki title seperti itu. Berikut ini sedikit ulasan mengenai skill Rossi 46 sebagai raja balap MotoGP:


Rossi adalah satu dari sekian pembalap MotoGP yang mampu meraih sukses luar biasa sejak usia mudanya, dari otobiografi, Rossi bisa mencapai cita-cita di atas cita-cita tertingginya, yaitu sejak kecil Rossi ingin menjadi pembalap sepeda minicross tercepat dunia, tetapi pada umur 23 tahun, Rossi telah mencapai lebih dari impian tertingginya, yaitu menjadi juara dunia MotoGP di berbagai kelas dan menggunakan pabrikan motor berbeda-beda, pada kelas 125 (Aprillia), 250(Aprillia), 500(Honda), MotoGP(Honda).
Dan mulai tahun 2004 (Yamaha), 2005 (Yamaha), 2008(Yamaha), 2009(Yamaha). Sampai dengan tahun 2005 Rossi merupakan pembalap MotoGP yang mamapu memertahankan gelar juara dunia MotoGP lima (5)* kali secara berturut-turut tanpa jeda, dengan pabrikan motor yang berbeda-beda. Ini merupakan salah satu asset Rossi, yang mebedakan Rossi si 46 (The Doctor) dengan pembalap yang lainnya yang pernah ada di MotoGP. Ini merupakan barometer dominan mengapa Rossi sering diberi julukan raja sirkuit motor dewa motogp.
Max Biagi sebagai musuh bebuyutan Rossi dan berseteru hingga 2005 di kancah MotoGP pun pada akhirnya pernah melontarkan kata-kata seperti ini "Rossi mampu membuat motor menjadi kencang, bukan motor yang membuat rossi kencang di lintasan."

Apa artinya? Rossi memiliki kemampuan adaptasi dengan mesin motor sangat baik, sehingga Rossi tahu betul cara memaksimalkan motor di lintasan dengan setting dan setelan tertentu. Di tangan Rossi, kurva kecepatan dan laju motor bisa compatible dengan kondisi aspal dan cuaca maupun suhu sirkuit, terutama sebelum MotoGP didominasi oleh perangkat dan piranti elektronik. Motor benar-benar kencang dengan maksimal sesuai dengan kondisi motor dan konfigurasi mesin saat itu.

Mengapa Biagi berkata demikian. Pada saat 2004 Rossi pindah ke Yamaha, Biagi pernah berkelakar dan mengancam Rossi, bahwa dengan memutuskan pindah ke Yamaha dari Honda, akan membuat Rossi tidak bisa tersenyum lagi di atas podium tertinggi MotoGP, dan pada saat itu Biagi pindah dari Camel Yamaha ke Honda tim pabrikan utama. Biagi berjanji dengan entengnya akan menghabisi Rossi di lintasan balap MotoGP.

Lalu bagaimana kenyataannya? Pada kenyataannya terbalik, dengan berbagai segudang pengalaman dan teknik menguasai sirkuit baik di dalam dan di luar arena sirkuit motor, justru Rossi-lah yang paling piawai menutup racing line Honda yang ditunggangi Biagi. Kecepatan motor Honda yang sangat ditakuti itu bisa dibungkam oleh Rossi yang saat itu menunggangi sadel Yamaha. Ini terjadi berturut-turut hingga tahun 2005 MotoGP, dan Rossi-lah yang tetap memegang gelar juara dunianya bersama Yamaha. I

Inilah salah satu dari beberapa teknis penting di sirkuit lintasan MotoGP yang akhirnya membuat Biagi benar-benar mengakui ketajaman dan skill seorang Rossi di lintasan MotoGP, dan membuatnya memberikan komentar "Rossi bisa membuat motor kencang, bukan motor yang membuatnya kencang,"

Apa dampaknya bagi Biagi sendiri dengan kekalahannya ini? Yah, pada tahun 2006 Biagi dikeluarkan dari Honda karena tidak menepati janjinya bahwa Biagi bisa menghabisi Rossi dan memegang gelar juara dunia, asalkan diberi motor kencang milik Honda yang pernah ditunggangi Rossi. Dalam keadaan inipun Biagi masih bisa berkomentar, bahwa "Motor Honda yang sekarang tidak sekencang yang ditunggangi Rossi", dan pabrikan Honda tetap pada keputusannya untuk mengeluarkan Biagi karena kenyataannya berkata lain.

Pada tahun 2006 Biagi tidak mendapatkan satupun sponsor untuk bisa mengikuti balap MotoGP, yang merupakan salah satu dari sekian syarat ketat, yaitu pembalap sebagus dan berkelas apa saja, jika tidak memiliki sponsor yang kuat maka pembalap tersebut tidak bisa masuk dalam gelaran kejuaraan MotoGP.

Sebaliknya untuk Rossi, setelah musim 2005 berakhir, semakin kuatlah Rossi sebagai raja MotoGP. Semakin banyak penggemarnya, karena Rossi tidak pernah sombong baik di dalam dan di luar lintasan. Rossi lebih senang dengan menyimpan kekuatan tersembunyi daripada memberitahukannya kepada yang lainnya. Rossi dan Yamaha semakin kebanjiran sponsor, karena dari dahulu, Rossi adalah magnet penonton di sirkuit MotoGP manapun. Dimanapun MotoGP digelar, siapapun juaranya, Rossi tetap jadi pusat magnet perhatian penggemarnya.

Sampai dengan tahun 2005 Rossi sering melakukan manuver-manuver aneh dan beresiko tinggi, yaitu menuntaskan balapan dan mengalahkan lawan pada lap-lap terakhir. Ini jelas-jelas pertunjukan yang beresiko, tetapi buat Rossi MotoGP seperti sinetron katanya. Bagaimana caranya memacu adrenalin dan detak penonton pada akhir-akhir lap? Anda semua pasti ingat pada saat Jerez 2005, Pakisa 2005, Mugello 2005, Philips Island 2005, semua adalah ciri khas pertunjukan Rossi di atas lintasan balap MotoGP. Salah satu kemampuan yang sangat langka dimiliki pembalap lainnya, yang menjadikan MotoGP bukan arena pertarungan kencang-kencangan semata, tapi menjadi tontonan yang menarik dengan banyak estetika seni balap dan keindahan lekak lekuk sirkuit balap MotoGP.

Kelebihan teknis dari sekian kelebihan Rossi yang paling dominan dan paling dikenal sepanjang sejarah balap MotoGP hingga menjelang musim 2012 bergulir adalah kemampuannya menaklukan tikungan dengan debit kecepatan yang beragam dan kurva koordinat tikungan tertentu. Kemampuan Rossi inilah yang paling banyak membawa Rossi meraih rekor MotoGP.
Sebenarnya kemampuan menikung seperti apa yang dimiliki Rossi?


Rossi adalah salah satu pembalap yang mampu melakukan manuver overtaking di semua sirkuit dari sisi dalam dan sisi luar. Jadi Rossi-lah yang beradaptasi membuka celah koordinat kurva tikungan dengan debit tertentu, meskipun racing line Rossi telah ditutup pembalap di depannya. Rossi seringkali melakukan manuver overtaking di luar dugaan dan prediksi pembalap lainnya, sehingga tipis sekali agar bisa betul-betul menutup dan mengunci racing line Rossi.

Hanya jika motor lawan memiliki kecepatan yang jauh lebih pesat daripada motor Rossi, barulah pembalap itu bisa menang, atau memiliki style balap identik dengan Rossi untuk perimbangan, meskipun itu benar-benar sulit.

Anda pasti tahu gaya balap pesaing Rossi. Mereka akan melesat cepat jika beradu head to head dengan Rossi, karena mereka tahu jika membalab berdekatan dengan Rossi sama artinya dengan memberikan ruang untuk Rossi menang. Rossi memiliki kemampuan balap jarak dekat yang sangat bagus dan berpengalaman, yaitu kemampuan untuk memilinimalisir benturan berlawanan arah pada saat motor benar benar menempel pada jarak yang tidak wajar, atau hampir bersinggungan.

Pada tahun 2008 saat Dovisioso dan Lorenzo masuk pada kancah MotoGP, Dovisiozo pernah berkata “Rossi adalah pembalap yang piawai dan ahli mengendalikan roda/ban belakang. Menang melawan Rossi pada awal balapan adalah hal tak masuk akal dan gila, saya menang pastinya karena roda ban belakang Rossi sedang mengalami masalah, ini luar biasa."

Rossi memiliki kemampuan power sliding. Apa itu power sliding? Teknik power sliding merupakan teknik dimana seorang pembalap mampu menggunakan nalurinya untuk bisa mengunci ban depan dengan titik pengereman tertentu pada saat masuk tikungan dan keluar tikungan dengan tetap mempertahankan rotasi ban belakang. Dengan teknik ini seorang pembalap bisa mencapai kecepatan yang tinggi dan stabil dengan kurva yang sempurna/bagus di luar batas debit yang telah diprogram dalam telemetri (terutama jika motor sudah menggunakan piranti elektronik).

Teknik tersebut sangat sulit dilakukan karena jika tidak menguasai dalam kecepatan tinggi saat berada pada titik terdalam tikungan, resiko terbesar adalah keluar lintasan karena terplanting dan ban depan tidak bisa mengimbangi getaran atau vibrasi roda belakang. Resiko akan cepat menghabiskan ban. Teknik ini lebih sering digunakan pada sirkuit yang jarak totalnya lebih pendek dan butuh prediksi yang sangat matang. Rossi-lah dari sekian banyak pembalap yang bisa melakukannya. Apa buktinya? Coba anda lihat lagi pada saat Rossi bertempur dengan Biagi di SUZUKA Jepang 2003 dan Cataluna 2003, di situ terlihat sangat jelas power sliding yang dikeluarkan seoarang Rossi (The Doctor).
Lorenzo berkata "Rossi memiliki kemampuan pengereman (late breaking) yang sangat sempurna dan mampu mempertahankan karisma saat berada di luar track, hal demikian adalah karakter yang sangat sulit ditiru, tapi sesulit apapun akan berusaha untuk aku mencobanya."

Rossi memiliki kemampuan pengereman late braking, artinya Rossi bisa menggunakan teknik pengereman late (terlambat) sebelum masuk tikungan pada saat pembalap lain sudah menarik tuas remnya atau menggunakan engine breaking. Dan Rossi mampu melakukannya baik dari dalam maupun sisi luar lawannya. Ini yang membuat racing line Rossi sulit dikunsi pembalap lainnya. Untuk melakukan ini seorang pembalap harus tahu betul lintasan sirkuit yang dilaluinya. Ingat kata rossi "Kamu hanya akan melaju cepat jika kamu mengenal baik lintasanmu." Makna kata Rossi ini jika dijabarkan secara menyeluruh dan teknis akan sangat panjang, karena menyangkut banyak aspek teknik dalam dunia balap motor (breaking, engine breaking, power sliding, dll).
Stoner pernah berkata saat diwawancarai, apa kelebihan Rossi yang Anda kagumi, stoner berkata "Rossi memiliki kemampuan balap jarak dekat yang sangat baik." Rossi memiliki kemampuan overtaking jarak dekat yang sangat presisi tanpa memaksa pembalap lain/lawannya keluar dari race linenya. Jadi manuver overtaking yang dilakukan murni, baik dari sisi dalam dan dari sisi luar saat masuk tikungan. Kemampuan Rossi inilah yang mungkin dimaksud dengan kemampuan jarak dekat.

Coba saja perhatikan saat pembalap lainnya melakukan overtaking, kalau gak memaksa lawannya keluar racing line, bisa juga overtaking yang dilakukan menyebabkan ban belakang sliding. Tapi Rossi melakukannya sempurna dan sangat halus dengan presure dan tekanan tinggi saat bertanding di sirkuit. Coba anda lihat pada saat pertarungan MotoGP Rossi vs Lorenzo pada Cataluna 2009.
Pada lap akhir, kemampuan balap jarak dekatnya dalam tipe ini sangat jelas terlihat, sampai sang komentator BBC mengatakan "The master was the master", padahal saat itu di atas kertas Lorenzo sudah pasti menjuarai seri Cataluna, tapi di tikungan akhir Rossi yang menjuarainya.
Rossi memiliki kemampuan membuka dan menutup racing line lawannya dengan sangat cerdik (the doctor 46). Coba ingat pada saat 2008 di USA Laguna Seca, pertarungan yang oleh banyak media dan komentator dijuluki Man VS Machine.

Skill membalap talenta khas Rossi diadu dengan kecepatan monster Ducati yang dibesut Stoner. Apa inti balapan sesungguhnya yang terjadi? Yah pada saat Rossi di depan Stoner, Rossi mampu menutup habis racing line Stoner, sehingga kecepatan monster Ducati Stoner bisa diredam dan terus berada di belakang Rossi.

Pada saat tertinggal, Rossi menempel ketat dan membuka racing line Stoner dengan kemampuan balap jarak dekat dipadu dengan power sliding, hingga ban Rossi tipis, bisa dibilang di Laguna Seca semua skill Rossi dikeluarkan. Dan akhirnya sang doctor 46 Rossi menjuarainya dengan luar biasa fantastis seperti doktor habis membedah otak. Ini semakin menjadi magnet kuat Rossi sebagai maskot MotoGP ke seri-seri selanjutnya.
Bagaimana kiprah Rossi setelah ke Ducati 2012?? Meskipun dalam sesi latihan dan beberapa uji coba Rossi belum menunjukan skill terbaiknya?? Kita tunggu saja gelaran balap MotoGP yang sangat dinanti-nantikan seluruh penggemar MotoGP, terutama aksi Rossi.

Apakah akan bikin kejutan? "Nothing Imposible For This Man", biasanya Rossi memang memendam kekuatan tertentu sebelum benar-benar bertanding. Semoga saja akan ada perubahan yang lebih seru dan dahsyat. Dan mungkin itu adalah sekian dari beberapa skill khas Rossi yang menjadi indikator bahwa Rossi adalah raja balap MotoGP. Seperti prediksi Mc Doohan, bahwa "Rossi bisa menjadi pembalap terbaik sepanjang masa". Karena dalam kisaran umur Rossi, sudah banyak rekor yang terpecahkan, dan mungkin ke depan akan ada lebih lagi rekor-rekor yang mengkin terpecahkan melebihi pembalap terbaik pendahulunya.

Dan Rossi-lah salah satu pembalap yang bisa menjuarai banyak gelaran MotoGP, dengan pabrikan motor yang berbeda-beda. Mungkin sementara itu dulu, kurang lebihnya semoga informasi ini bermanfaat khususnya penggemar MotoGP, nantikan Motogp 2012 mulai tgl 8 APRIL 2012 di QATAR, semoga bisa lebih seru dan dahsyat.

http://srondol46.blogspot.com/2012/04/skill-dan-keterampilan-valentino-rossi.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+Srondol46+%28Srondol46%29&utm_content=FaceBook

Komentar Matteo (komentator Motogp trans7) tentang Rossi dan Ducati


Bung Matteo selaku presenter trans7 dalam acara race motogp pasca motogp qatar kemarin menyatakan bahwa SETIAP VALENTINO KELUAR PIT DIA MEMAKAI SETTINGAN MOTOR YANG BARU DEMI BISA DIPAKAI DENGAN NYAMAN OLEH RIDER DUCATI LAINNYA BUKAN PENGEMBANGAN SETTINGAN YANG SEBELUMNYA SEHINGGA VALENTINO BINGUNG SENDIRI MAU MEMAKAI SETTINGAN MANA YANG LEBIH BAIK. Itu salah satu bukti atas argumen Valentino yang menyatakan "DUCATI TIDAK MENDENGARKAN SARAN SAYA". Itulah alasan kenapa Valentino finish di belakang Nicky karena Nicky dan pembalap Ducati lainnya hanya mengembangkan settingan yang sebelumnya mereka pakai bukan selalu memakai settingan baru seperti Valentino.

Jujur saya pribadi marah dan kecewa atas respon dari para fans vale yang membela ducati dan bahkan bilang gini “Rossi harus menyerahkan Ducati ke tangan mereka yang bisa menjinakkannya, seperti Stoner”. Sebenarnya sah-sah saja fans vale berargumen seperti itu atas performa nyata Vale di lintasan tapi menurut hemat saya fans yang menyatakan argumen seperti itu adalah fans yang tidak mengerti perkembangan situasi dan kondisi internal di kubu Ducati dengan baik dan benar karena yakinku mereka tidak mengikuti perkembangan info kehidupan internal ducati khususnya pembangunan motor desmosedici12 dari awal.

Memang sangat tidak bisa seorang rider membalap dengan baik jika ridernya sendiri tidak PEDE mengendarai motornya yang dikarenakan settingan motornya yang tidak sesuai dengan gaya balapnya. Mungkin hal ini sangat mudah dipahami oleh para pembalap. Saya pribadi misalnya,saya selalu tidak merasa nyaman jika motor saya disetting tidak sesuai dengan yang saya pinta pada mekanik saya,tapi saya bersyukur karena saya di dukung oleh tim yang hebat dan selalu mendengarkan keluhan-keluhan para ridernya. Jadi tolong fans Vale jangan anda mengutarakan kekecewaan anda yang bisa membuat hati dan perasaan fans Vale lainnya merasa tersakiti khususnya Valentino Rossi sendiri karena seorang Valentino SANGAT TIDAK SENANG jika dia harus membalap demi posisi papan tengah apalagi papan bawah seperti halnya di GP Qatar kemarin.

Inilah Ferrari mini Valentino Rossi

Rossi ikuti putaran pertama “Blancpain Endurance Series” !
gp lover’s… hanya beberapa hari setelah malapetaka Grand Prix Qatar, Valentino Rossi akan kembali beraksi di trek, bukan roda 2 lho… tapi kali ini dengan roda empat :lol: nah dari hari Jumat hingga hari Minggu nanti pembalap Italia tersebut akan berada di Monza untuk mengikuti putaran pertama Blancpain Endurance Series, di mana ia akan mengendarai Blancpain Endurance Series.
Seperti gambar yang terlihat di atas… terlihat mobinya bercorak klasik bersama logo perusahaan dagangnya VR46. Yang pertama kali menunjukkan foto mobil itu adalah The Doctor sendiri yang dipostingnya via Twitter dengan pesan pendek : “È arrivato il Ferrarino” (Ferrari  Mini telah tiba) :D dan… Ia akan melakukan balap bersama sahabatnya Alessio “Uccio” Salucci yang akan menjadi co driver.
Balapan sendiri akan dimulai hari Minggu, pukul 2.15 waktu setempat dengan durasi 3 jam.
mbaaaaah… disiarkan di trans 7 gak ? wuah… gak lah bro :mrgreen: